Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Tempe di Jembrana Tertekan

Selasa, 28 April 2026, 16:18 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Harga Kedelai Naik, Pengusaha Tahu Tempe di Jembrana Tertekan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Harga kedelai kembali mengalami kenaikan dan mulai memberatkan para pengusaha tahu tempe di Kabupaten Jembrana.

Kondisi ini dirasakan salah satunya oleh Lina Fahmi, pengusaha tahu di Banjar Terusan, Lelatwung. Ia mengaku harus mencari cara agar tetap bisa berproduksi tanpa mengalami kerugian.

Setiap hari, Lina biasanya mengolah sekitar 50 kilogram kedelai. Dari jumlah tersebut, ia mampu menghasilkan 30 kilogram tahu atau sekitar 400 potong, serta 20 kilogram tempe atau sekitar 120 bungkus.

Namun, sejak harga kedelai naik dari Rp9.700 menjadi Rp11.000 per kilogram, biaya produksi ikut melonjak.

Saat ini, biaya produksi harian mencapai sekitar Rp800 ribu, sedangkan hasil penjualan hanya berkisar Rp1 juta. Kondisi tersebut membuat margin keuntungan semakin menipis.

“Harga kedelai naik, plastik pembungkus tempe juga ikut naik. Jadi supaya tidak rugi, saya terpaksa ngurangin takaran sedikit. Kalau tidak begitu, bisa-bisa produksi berhenti,” kata Lina, Selasa (28/4/2026).

Meski menghadapi tekanan biaya, Lina memilih tetap mempertahankan harga jual tempe di angka Rp5.000 per bungkus. Ia khawatir jika harga dinaikkan, daya beli masyarakat akan menurun.

Langkah mengurangi takaran menjadi pilihan terakhir agar usaha tetap berjalan di tengah kenaikan harga bahan baku dan kebutuhan produksi lainnya.

Para pelaku usaha berharap harga kedelai dapat kembali stabil, sehingga usaha kecil berbasis rumah tangga seperti produksi tahu dan tempe tetap bisa bertahan di tengah tekanan ekonomi.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami