Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi dari Buleleng Tembus 10 Ribu Ekor

Jumat, 8 Mei 2026, 23:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi dari Buleleng Tembus 10 Ribu Ekor.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, pengiriman sapi dari Kabupaten Buleleng ke luar Bali mengalami lonjakan tajam. Dalam periode Maret hingga awal Mei 2026, tercatat sebanyak 10.070 ekor sapi telah dikirim untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di berbagai daerah.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distankan) Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan peningkatan pengiriman sapi terjadi seiring tingginya permintaan menjelang Idul Adha.

“Memang terjadi lonjakan untuk memenuhi kebutuhan hari raya Idul Adha,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Berdasarkan data Distankan Buleleng, jumlah pengiriman sapi pada Januari tercatat sebanyak 782 ekor dan Februari sebanyak 610 ekor. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 1.174 ekor pada Maret.

Lonjakan tertinggi terjadi pada April dengan jumlah mencapai 9.870 ekor. Sementara pada pekan pertama Mei 2026, sudah ada tambahan 200 ekor sapi yang kembali dikirim ke luar daerah.

Sebagian besar sapi asal Buleleng dikirim ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan Umum Daerah Dharma Jaya. Selain itu, distribusi sapi juga menyasar sejumlah kota besar di Pulau Jawa hingga Makassar, Sulawesi Selatan.

“Sebagian besar ke Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan Dharma Jaya saja kita masih kekurangan,” kata Melandrat.

Meski permintaan meningkat drastis, harga sapi hidup di tingkat peternak Buleleng disebut masih stabil di kisaran Rp45 ribu per kilogram.

Di sisi lain, kondisi kesehatan ternak di Kabupaten Buleleng saat ini dinyatakan relatif aman. Setelah sebelumnya sempat diwaspadai wabah lumpy skin disease (LSD) dan penyakit mulut dan kuku (PMK), kasus kini berhasil dikendalikan melalui vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah. “Sekarang sudah tidak ada. Kami bersyukur karena vaksinasi LSD terus kami lakukan,” jelasnya.

Meski begitu, pemerintah tetap meningkatkan pengawasan karena tingginya distribusi ternak antarwilayah berpotensi memicu penyebaran penyakit apabila tidak diawasi secara ketat.

Untuk memastikan sapi yang dikirim dalam kondisi sehat dan layak, Distankan Buleleng menerapkan pemeriksaan ketat sesuai standar operasional prosedur sebelum ternak diberangkatkan.

“Sebelum dikirim, sapi harus diperiksa dokter hewan atau petugas veteriner untuk memastikan layak dibawa ke luar daerah,” tutup Melandrat.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami