Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Jelang Idul Adha, Pengiriman Sapi dari Buleleng Tembus 10 Ribu Ekor
BERITABALI.COM, BULELENG.
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, pengiriman sapi dari Kabupaten Buleleng ke luar Bali mengalami lonjakan tajam. Dalam periode Maret hingga awal Mei 2026, tercatat sebanyak 10.070 ekor sapi telah dikirim untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di berbagai daerah.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Distankan) Buleleng, Gede Melandrat, mengatakan peningkatan pengiriman sapi terjadi seiring tingginya permintaan menjelang Idul Adha.
“Memang terjadi lonjakan untuk memenuhi kebutuhan hari raya Idul Adha,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Berdasarkan data Distankan Buleleng, jumlah pengiriman sapi pada Januari tercatat sebanyak 782 ekor dan Februari sebanyak 610 ekor. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 1.174 ekor pada Maret.
Lonjakan tertinggi terjadi pada April dengan jumlah mencapai 9.870 ekor. Sementara pada pekan pertama Mei 2026, sudah ada tambahan 200 ekor sapi yang kembali dikirim ke luar daerah.
Sebagian besar sapi asal Buleleng dikirim ke Jakarta untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan Umum Daerah Dharma Jaya. Selain itu, distribusi sapi juga menyasar sejumlah kota besar di Pulau Jawa hingga Makassar, Sulawesi Selatan.
“Sebagian besar ke Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan Dharma Jaya saja kita masih kekurangan,” kata Melandrat.
Meski permintaan meningkat drastis, harga sapi hidup di tingkat peternak Buleleng disebut masih stabil di kisaran Rp45 ribu per kilogram.
Di sisi lain, kondisi kesehatan ternak di Kabupaten Buleleng saat ini dinyatakan relatif aman. Setelah sebelumnya sempat diwaspadai wabah lumpy skin disease (LSD) dan penyakit mulut dan kuku (PMK), kasus kini berhasil dikendalikan melalui vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah. “Sekarang sudah tidak ada. Kami bersyukur karena vaksinasi LSD terus kami lakukan,” jelasnya.
Meski begitu, pemerintah tetap meningkatkan pengawasan karena tingginya distribusi ternak antarwilayah berpotensi memicu penyebaran penyakit apabila tidak diawasi secara ketat.
Untuk memastikan sapi yang dikirim dalam kondisi sehat dan layak, Distankan Buleleng menerapkan pemeriksaan ketat sesuai standar operasional prosedur sebelum ternak diberangkatkan.
“Sebelum dikirim, sapi harus diperiksa dokter hewan atau petugas veteriner untuk memastikan layak dibawa ke luar daerah,” tutup Melandrat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1944 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1699 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1565 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun