Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Pelaku Judol di Benoa Digerebek, Empat Operator Ditangkap
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Empat orang yang menjalankan operasi judi online (judol) di wilayah Benoa berhasil diringkus oleh personel Direktorat Reserse Siber Polda Bali. Para pelaku masing-masing berinisial IJT alias Giselle (23), RFD alias Selena (22), MDB alias Aleta (22), yang merupakan perempuan asal Manado, serta WAB alias Guangyun (31), laki-laki asal Jakarta.
Pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Siber Polda Bali, Kombespol Aszhari Kurniawan. Ia menjelaskan bahwa kasus tersebut terungkap melalui patroli siber yang dilakukan jajarannya dengan menelusuri aktivitas sejumlah situs judi online.
“Kami langsung melakukan profiling dan undercover hingga mengerucut pada lokasi operasional para pelaku,” kata Kombespol Aszhari, didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombespol Ariasandy, pada Rabu 29 April 2026.
Hasil pelacakan mengarah ke sebuah rumah di Jalan Pratama, Gang Hasan Nomor 3, Benoa. Setelah melakukan pengamatan, polisi akhirnya menggerebek lokasi tersebut pada Minggu 12 April 2026 sekitar pukul 15.45 WITA.
Saat penggerebekan berlangsung, petugas mendapati empat orang tengah menjalankan aktivitas promosi dan pelayanan situs judi online. Masing-masing pelaku memiliki peran berbeda, mulai dari telemarketing hingga customer service yang bertugas mengoperasikan situs.
"Dilokasi pengerebekan, kami menyita empat unit laptop dan empat unit telepon genggam yang digunakan untuk mengakses serta mengendalikan operasional situs," ungkapnya.
Dari hasil pemeriksaan, diketahui para tersangka merupakan bagian dari jaringan internasional yang sebelumnya beroperasi di luar negeri. Mereka sempat bekerja sebagai operator judi online di Filipina pada 2024, sebelum lokasi tersebut digerebek aparat setempat pada Oktober 2025.
“Mereka kemudian berpindah ke Kamboja dan kembali menjalankan aktivitas serupa hingga awal 2026. Setelah ada penindakan di sana, para pelaku kembali ke Indonesia dan memilih Bali sebagai lokasi baru. Di sini, aktivitasnya baru berjalan sekitar satu bulan,” terangnya.
Atas perbuatanya, keempat tersangka dijerat Pasal 426 ayat (1) huruf c KUHP tentang perjudian dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun. Hingga kini, penyidik masih mendalami aliran dana serta kemungkinan adanya keterlibatan jaringan lain dalam kasus tersebut.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6026 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan