Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
Gamelan Sakral Pura Dalem Panji Anom di Buleleng Dicuri, Krama Resah
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sejumlah perangkat gamelan sakral milik Pura Dalem Kalang Anyar, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, dilaporkan raib digondol maling pada Kamis (30/4) sore.
Peristiwa ini langsung memicu keresahan krama desa, mengingat gamelan tersebut memiliki nilai adat dan spiritual yang sangat penting dalam pelaksanaan upacara keagamaan.
Kasus pencurian pertama kali diketahui sekitar pukul 18.00 Wita oleh salah satu pengempon pura, Gede Indra, saat melintas di sekitar areal pura. Kecurigaan muncul ketika ia melihat pintu pura dalam kondisi terbuka.
Saat didekati, rolling door tempat penyimpanan gamelan ternyata sudah terbuka sebagian. Setelah diperiksa, sejumlah perangkat gamelan yang tersimpan di dalamnya diketahui hilang.
“Saya awalnya lewat mau belanja. Pas kembali, saya lihat pintu sudah terbuka. Setelah dicek, besi-besi gamelan sudah tidak ada,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 39 bilah gong dilaporkan hilang. Selain itu, lima pasang cengceng juga ikut raib. Gamelan yang dicuri merupakan perangkat lama yang selama ini disakralkan dan hanya digunakan saat piodalan setiap enam bulan sekali.
Menurut Gede Indra, barungan gong di pura tersebut merupakan warisan lama yang kemudian dilengkapi melalui bantuan. Namun, perangkat yang hilang justru bagian lama yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi krama setempat.
“Ini pertama kali terjadi. Krama tentu sangat resah karena gamelan ini bukan hanya barang, tapi sarana upacara di pura,” imbuhnya.
Dampak kejadian ini, sekitar 250 krama dari dua dadia di Desa Panji Anom meningkatkan kewaspadaan. Mereka khawatir pencurian serupa dapat kembali terjadi di tempat suci lainnya.
Perbekel Desa Panji Anom, Nyoman Mustanda, menyampaikan pihak desa bersama masyarakat akan segera memperkuat sistem pengamanan pura, salah satunya dengan pemasangan kamera pengawas.
“Ke depan kami berencana memasang CCTV untuk antisipasi dan membantu proses penyelidikan,” katanya.
Hingga saat ini, kasus pencurian gamelan sakral tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Krama berharap perangkat suci warisan leluhur itu dapat segera ditemukan karena keberadaannya sangat penting, tidak hanya sebagai benda budaya, tetapi juga bagian dari tradisi dan spiritualitas desa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 322 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 311 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang