Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Mengantuk, Pengendara NMax di Karangasem Tewas di Parit 8 Meter

Senin, 31 Agustus 2026, 21:26 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Diduga Mengantuk, Pengendara NMax di Karangasem Tewas di Parit 8 Meter.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Umum Juuk Manis menuju Padangkerta, tepatnya di dekat Jembatan Juuk Manis, Lingkungan Juuk Manis, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.

Seorang pengendara sepeda motor Yamaha NMax warna hitam berinisial IMS (37), seorang petani asal Kecamatan Abang, meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Korban ditemukan di dalam parit atau saluran irigasi sedalam sekitar 8 meter setelah sepeda motor yang dikendarainya terperosok akibat kecelakaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, IMS saat itu mengendarai Yamaha NMax dari arah barat, Padangkerta, menuju timur atau Kota Amlapura.

Sesampainya di lokasi kejadian, jalan dalam kondisi menikung ke kiri. Korban diduga dalam keadaan kelelahan atau mengantuk sehingga tidak mampu mengendalikan sepeda motornya.

Motor kemudian menabrak beton pembatas jalan yang berada di sisi kanan. Benturan tersebut membuat korban bersama sepeda motornya terjatuh ke saluran irigasi dengan kedalaman sekitar 8 meter. Korban mengalami luka pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Karangasem Iptu I Nengah Artono membenarkan kecelakaan tunggal yang terjadi di wilayah Juuk Manis tersebut saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).

“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas tunggal di wilayah Juuk Manis pada Minggu dini hari. Korban meninggal dunia di tempat kejadian,” ujar Artono saat dikonfirmasi.

Kecelakaan tersebut menjadi pengingat bagi pengendara untuk memperhatikan kondisi tubuh sebelum berkendara, terutama pada malam hingga dini hari. Artono mengimbau masyarakat tidak memaksakan diri mengendarai kendaraan ketika kondisi tubuh sedang lelah maupun mengantuk.

“Jika kondisi mengantuk atau lelah, sebaiknya beristirahat terlebih dahulu. Keselamatan harus menjadi prioritas saat berkendara,” pungkasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami