Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kapolres Karangasem Bantu Sopir Truk Korban Luka Bakar

Kamis, 24 September 2026, 17:32 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Kapolres Karangasem Bantu Sopir Truk Korban Luka Bakar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Keluarga I Gede Selamet (21), sopir truk asal Banjar Dinas Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, kembali mendapat dukungan setelah korban mengalami luka bakar serius dalam insiden yang diduga melibatkan bosnya sendiri.

Kali ini, bantuan datang langsung dari Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika. Kapolres turun langsung menyerahkan bantuan kepada keluarga Selamet yang kini masih mendampingi korban menjalani pengobatan di RS Prof Ngoerah (Sanglah) Denpasar.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk empati dan kepedulian Polri terhadap korban serta keluarga yang tengah menghadapi beban selama proses pengobatan.

Santika berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan dukungan moral agar keluarga tetap tabah mendampingi korban hingga memperoleh kesembuhan.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi dukungan moral bagi korban maupun keluarga agar tetap tabah dalam menjalani proses pengobatan,” ujar Santika, Kamis (24/9/2026).

Selain memberikan bantuan, Kapolres menegaskan perkara tersebut tetap berjalan sesuai proses hukum. Terduga pelaku yang diketahui merupakan bos korban telah diamankan dan kini ditahan di Polres Karangasem.

Menurut Santika, penanganan perkara dilakukan secara profesional untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen.

“Untuk proses hukum, perkara penganiayaan tersebut sudah ditangani secara profesional oleh Kepolisian dan pelaku saat ini telah ditahan di Polres Karangasem untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Kasus tersebut bermula ketika terduga pelaku mendatangi rumah korban. Persoalan setoran truk dan pinjaman uang diduga menjadi pemicu cekcok antara korban dan pelaku.

Dalam situasi tersebut, korban diduga dibakar menggunakan pertalite yang sebelumnya dibawa oleh pelaku. Api kemudian membakar tubuh korban sekaligus bagian kamar tempat korban beristirahat.

Korban yang dalam kondisi terbakar berusaha menyelamatkan diri dengan keluar kamar dan meminta pertolongan. Warga kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Selat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Prof Ngoerah Denpasar.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk botol yang diduga digunakan sebagai wadah pertalite, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami perkara tersebut.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.

“Saya mengimbau masyarakat agar senantiasa menyelesaikan setiap permasalahan secara musyawarah guna mencegah terulangnya aksi kekerasan di lingkungan warga,” tandasnya.

Selain memberikan bantuan, Kapolres juga menegaskan bahwa perkara tersebut tetap berjalan sesuai proses hukum. Terduga pelaku yang diketahui merupakan bos korban telah diamankan dan kini ditahan di Polres Karangasem.

Menurut Santika, penanganan perkara dilakukan secara profesional untuk mengungkap secara terang rangkaian kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen.

“Untuk proses hukum, perkara penganiayaan tersebut sudah ditangani secara profesional oleh Kepolisian dan pelaku saat ini telah ditahan di Polres Karangasem untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Kasus ini bermula ketika terduga pelaku mendatangi rumah korban. Persoalan setoran truk dan pinjaman uang diduga menjadi pemicu cekcok antara korban dan pelaku.

Dalam situasi tersebut, korban diduga dibakar menggunakan pertalite yang sebelumnya dibawa oleh pelaku. Api kemudian membakar tubuh korban sekaligus bagian kamar tempat korban beristirahat.

Korban yang dalam kondisi terbakar berusaha menyelamatkan diri dengan keluar kamar dan meminta pertolongan. Warga kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Selat sebelum akhirnya dirujuk ke RS Prof Ngoerah Denpasar.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk botol yang diduga digunakan sebagai wadah pertalite, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami perkara tersebut.

Di tengah proses hukum yang berjalan, Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.

“Saya mengimbau masyarakat agar senantiasa menyelesaikan setiap permasalahan secara musyawarah guna mencegah terulangnya aksi kekerasan di lingkungan warga,” tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami