Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Medan Sulit, Karhutla Kintamani Ditangani Manual

Senin, 28 September 2026, 13:48 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Medan Sulit, Karhutla Kintamani Ditangani Manual.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan konservasi BKSDA di Kintamani, Kabupaten Bangli. Sepanjang September 2026, sedikitnya lima kejadian karhutla terjadi dengan luasan terdampak mencapai belasan hektare.

Kondisi medan yang berbukit dan sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau sejumlah titik kebakaran sehingga petugas harus melakukan penanganan secara manual.

Kawasan hutan konservasi BKSDA di Kintamani kembali menghadapi ancaman kebakaran. Kondisi semak yang mengering, cuaca panas, serta hembusan angin kencang membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Namun, proses penanganan di lapangan tidak mudah. Medan kawasan yang berbukit dan sulit dijangkau membuat armada pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke sejumlah titik kebakaran.

Akibatnya, petugas terpaksa melakukan pemadaman secara manual menggunakan alat pemadam api ringan, ranting pohon, hingga membuat sekat bakar untuk mencegah api merembet ke lokasi lainnya.

Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, mengatakan selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan penyisiran di kawasan yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Dari sejumlah kejadian, kebakaran sementara diduga dipicu kelalaian masyarakat. Salah satunya akibat membuang puntung rokok sembarangan," katanya, Senin (28/09/2026).

Polisi mengingatkan kondisi lahan yang kering ditambah cuaca panas dan angin kencang dapat membuat api dengan cepat meluas.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran di kawasan hutan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami