Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dana Desa Terpangkas, Jalan ke Pura Dukuh Bangli Tak Kunjung Diperbaiki

Selasa, 29 September 2026, 22:55 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Dana Desa Terpangkas, Jalan ke Pura Dukuh Bangli Tak Kunjung Diperbaiki.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Kerusakan sejumlah ruas jalan desa di Dusun Pucangan, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, hingga kini belum kunjung diperbaiki. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga akses masyarakat menuju Pura Dukuh untuk melaksanakan persembahyangan.

Salah satu ruas yang mengalami kerusakan adalah Jalan Singosari di Dusun Pucangan, Desa Kayubihi. Jalan sepanjang sekitar 436 meter yang menjadi akses utama masyarakat menuju Pura Dukuh itu kini dipenuhi kerikil dan terdapat sejumlah titik jalan berlubang.

Kepala Dusun Pucangan, Wayan Sulastra, mengatakan kerusakan Jalan Singosari terjadi secara bertahap selama sekitar tiga tahun terakhir. Guyuran hujan mempercepat kerusakan jalan, ditambah kendaraan roda empat bermuatan yang melintas membawa bambu maupun material bangunan.

"Kondisi jalan yang rusak membuat warga harus lebih berhati-hati saat menuju Pura Dukuh. Untuk sementara, hanya sepeda motor dan pejalan kaki yang diperbolehkan melintas, sedangkan kendaraan roda empat harus diparkir di sisi utara," ungkapnya, Selasa (29/09/2026).

Kerusakan jalan tidak hanya terjadi di Jalan Singosari. Kondisi serupa juga ditemukan di Jalan Pajajaran dan Jalan Srikandi menuju Jalan Sriwijaya.

Jalan Pajajaran memiliki panjang sekitar 775 meter, dengan bagian utara masih mengalami kerusakan. Sementara ruas Jalan Srikandi menuju Jalan Sriwijaya sepanjang sekitar satu kilometer juga ditemukan sejumlah titik aspal berlubang.

Ketiga ruas jalan tersebut sebenarnya telah dibahas dalam musyawarah desa. Pengukuran dan pengusulan perbaikan bahkan telah dilakukan sejak 2025. Namun, rencana perbaikan belum terealisasi.

Pemerintah desa menyebut keterbatasan Dana Desa tahun 2026 menjadi salah satu kendala. Anggaran desa mengalami pemangkasan karena dialihkan untuk program prioritas nasional, sehingga perbaikan sejumlah ruas jalan tersebut belum dapat dilakukan.

Warga kini berharap ada solusi sementara maupun dukungan anggaran lain agar kerusakan jalan tidak semakin meluas. Perbaikan juga diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas persembahyangan menuju Pura Dukuh.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami