Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sebelum Api Membakar Gede Selamet, Korek Pelaku Dua Kali Gagal

Rabu, 30 September 2026, 18:02 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Sebelum Api Membakar Gede Selamet, Korek Pelaku Dua Kali Gagal.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Detik-detik sebelum I Gede Selamet dibakar hidup-hidup di dalam kamarnya terungkap dari pengakuan tersangka kepada polisi. Sebelum api akhirnya menyambar tubuh korban, pelaku sempat dua kali mencoba menyalakan korek api, tetapi gagal.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika mengatakan, aksi pembakaran tersebut diawali perselisihan antara pelaku dan korban. Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi penganiayaan hingga berujung pada penyiraman bensin dan pembakaran terhadap Selamet.

Saat kejadian, Selamet yang sedang dalam kondisi sakit tengah tertidur di dalam kamarnya. Pelaku kemudian masuk dan menendang bagian belakang tubuh korban hingga Selamet terbangun.

Setelah korban terbangun, pelaku meminta uang setoran sebesar Rp8,5 juta. Namun, Selamet tidak mampu memenuhi permintaan tersebut. Korban kemudian menunjukkan uang yang tersimpan di dompetnya yang jumlahnya hanya sekitar ratusan ribu rupiah.

“Korban sempat menunjukkan uang yang ada di dompetnya. Kurang lebih ratusan ribu. Karena jauh dari yang seharusnya dibayarkan, pelaku emosi dan membanting dompet korban ke lantai,” ujar AKBP I Made Santika, Rabu (30/9/2026).

Perselisihan semakin memanas. Pelaku kemudian disebut melakukan penganiayaan dengan memukul korban menggunakan tangan kiri.

Dalam kondisi emosi, pelaku mengambil bensin dan menyiramkannya ke tubuh Selamet. Setelah itu, pelaku mengeluarkan korek api untuk menyalakan api.

Upaya pertama menyalakan korek gagal. Pelaku kembali mencoba untuk kedua kalinya, tetapi korek tersebut kembali tidak menyala.

Api baru berhasil menyala pada percobaan ketiga. Api kemudian langsung menyambar tubuh Selamet yang sebelumnya telah tersiram bensin. Kobaran api juga menyambar kasur di kamar korban.

“Pelaku mengeluarkan korek api dengan tangan kiri. Saat dihidupkan pertama kali mati, kedua juga mati, dan yang ketiga baru hidup dan menyambar korban serta kasur kamar korban,” ungkap Santika.

Akibat pembakaran tersebut, Selamet mengalami luka bakar serius dan harus menjalani perawatan intensif di RS Ngoerah Denpasar. Setelah sekitar sepekan menjalani perawatan, korban akhirnya meninggal dunia.

Kasus pembakaran tersebut kini ditangani Polres Karangasem. Setelah korban meninggal dunia, polisi juga melakukan penyesuaian terhadap penerapan pasal kepada tersangka.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami