Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
20 Mahasiswa Ikuti Kamp Perlindungan Hewan di Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sebanyak 20 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dan 15 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Kamp Akademi Perlindungan Hewan atau Animal Protection Academy Bootcamp di Mulia Agro Eduwisata, Tabanan, Bali.
Kegiatan bertajuk "Membangun Suara, Mewujudkan Perlindungan Hewan: Gerakan Generasi Muda untuk Perlindungan Hewan Diternak" ini menjadi kegiatan perdana yang diselenggarakan Animals Don’t Speak Human (ADSH).
Bootcamp berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (25-27 September 2026), dengan menghadirkan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan untuk mempelajari isu kesejahteraan hewan ternak.
Direktur Animals Don’t Speak Human, Fiolita Berandini Saichu, mengatakan keterlibatan mahasiswa lintas disiplin diperlukan karena persoalan kesejahteraan hewan berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan.
“Isu kesejahteraan hewan diternak sering dianggap terlalu jauh dari kehidupan mahasiswa sehari-hari, padahal setiap hari kita mengkonsumsi produk dari sistem yang penuh persoalan. Persoalan ini bersinggungan dengan hukum, kebijakan publik, komunikasi, keamanan pangan sampai perilaku konsumen. Mahasiswa punya suara, jejaring, dan waktu untuk membangun gerakan jangka panjang" ujar Fiolita Berandini Saichu, selaku Direktur Animals Don’t Speak Human.
Menurut Fiolita, peserta tidak hanya berasal dari bidang peternakan. Mahasiswa hukum, komunikasi, dan disiplin ilmu lainnya dilibatkan untuk memperluas perspektif sekaligus membangun jaringan advokasi.
"Kalau hanya mahasiswa peternakan yang belajar soal isu kesejahteraan hewan, gerakannya akan berhenti disitu saja. Kami butuh mahasiswa hukum yang paham regulasi, mahasiswa komunikasi yang bisa membangun narasi, dan mahasiswa dari jurusan lain yang bisa membawa isu ini ke lingkaran yang belum tersentuh," lanjutnya.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan materi mengenai sentien hewan dan kerangka Lima Domains, kesejahteraan hewan yang diternak, kebebasan berpendapat dan berekspresi, hingga strategi kampanye.
Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui materi dan diskusi interaktif di dalam kelas. Peserta juga diajak mengunjungi peternakan dengan sistem kandang sempit atau konvensional serta peternakan dengan sistem bebas sangkar atau cage-free.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung kondisi dua sistem produksi dan memahami implikasinya terhadap kesejahteraan hewan.
Public Outreach Animals Don’t Speak Human, Marlita Yustiana, mengatakan bootcamp dirancang sebagai ruang belajar sekaligus membangun jejaring mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan hewan.
“Bootcamp ini kami rancang sebagai ruang belajar, tidak hanya menerima materi tapi saling bertukar pandangan, dan membangun pemahaman bersama tentang isu kesejahteraan hewan. Harapannya ini menjadi titik awal membentuk jaringan advokasi mahasiswa yang peduli terhadap isu kesejahteraan hewan yang akan di bangun di wilayah masing-masing peserta berasal,” Ujar Marlita Yustiana selaku Public Outreach, Animals Don’t Speak Human.
Pada hari ketiga, peserta mempraktikkan kampanye publik di Lapangan Alit Saputra. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menyampaikan isu kesejahteraan hewan kepada masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam kampanye tersebut adalah kondisi ayam petelur dalam sistem kandang konvensional atau kandang sempit.
ADSH berharap jaringan mahasiswa yang terbentuk melalui kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi gerakan akar rumput di berbagai daerah. Jaringan tersebut diarahkan untuk mendorong perhatian dan perubahan kebijakan terkait kesejahteraan hewan, khususnya ayam yang diternak.
“Perubahan nyata bagi ayam petelur di Indonesia tidak akan datang dari kandang, melainkan dari mahasiswa yang berani bersuara, dan terlibat langsung,” tutup Fiolita.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 985 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 398 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 347 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 320 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 258 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar