Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Konaspi XII di Bali Bahas Arah Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Sabtu, 3 Oktober 2026, 15:51 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Konaspi XII di Bali Bahas Arah Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) XII resmi digelar di Bali dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai tuan rumah. Forum dua tahunan ini mempertemukan sekitar seribuan akademisi dari 12 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Negeri Indonesia (LPTKNI) untuk membahas arah transformasi pendidikan nasional.

Konaspi XII dibuka di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Jumat (2/10/2026), dengan menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti.

Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., mengatakan Konaspi XII memiliki posisi strategis sebagai ruang merumuskan gagasan dan rekomendasi akademik bagi arah pendidikan Indonesia.

Menurutnya, hasil forum tersebut diharapkan menjadi kompas dalam penyusunan kebijakan pendidikan berbasis bukti atau evidence-based policy, khususnya untuk mendukung pencapaian Visi Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi meninggalkan paradigma lama yang terlalu berorientasi pada formalitas administratif.

Melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak, keberhasilan perguruan tinggi diarahkan pada kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi, melahirkan inovasi, serta menggerakkan perekonomian nasional.

"Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari jumlah publikasi maupun lulusan yang dihasilkan," ujarnya dalam kesempatan tersebut.

Perubahan orientasi pendidikan tinggi tersebut dikaitkan dengan upaya Indonesia menghadapi tantangan middle-income trap atau jebakan negara berpendapatan menengah.

"Kemdiktisaintek disebut telah menata kembali relevansi pendidikan tinggi dengan menutup atau mentransformasikan 122 program studi pada 2026 serta menerapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang lebih berorientasi pada hasil atau outcome," paparnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti membawa visi "Pendidikan Bermutu untuk Semua" sebagai arah transformasi pendidikan dasar dan menengah.

Kemendikdasmen menekankan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya diukur dari perubahan kurikulum, tetapi juga pemerataan akses dan peningkatan kualitas pembelajaran yang berkeadilan.

"Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui perluasan Wajib Belajar 13 Tahun sejak jenjang PAUD, penguatan Program Indonesia Pintar (PIP) yang menyasar 19,48 juta siswa pada 2026, serta penerapan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning yang dipadukan dengan koding dan kecerdasan artifisial (AI)," paparnya.

Selain peserta didik, perhatian pemerintah juga diarahkan pada peningkatan kesejahteraan dan kompetensi tenaga pendidik.

Kemendikdasmen berkomitmen memuliakan guru melalui penambahan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG), peningkatan insentif bagi guru non-ASN, hingga revitalisasi puluhan ribu sarana pendidikan.

Dalam forum Konaspi XII, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) juga mendapat tantangan untuk mengambil peran lebih besar sebagai institusi utama pencetak pendidik berkualitas.

Kualitas sekolah Indonesia dalam dua dekade mendatang dinilai sangat berkaitan dengan kualitas pendidikan guru yang dipersiapkan LPTK sejak saat ini.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami