Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID: —


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global

Selasa, 6 Oktober 2026, 09:06 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan (SJK) Indonesia tetap stabil dan solid di tengah ketidakpastian geopolitik serta pengetatan kebijakan moneter global.

Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada, Senin, 30 September 2026. OJK melihat fundamental industri jasa keuangan masih kuat dan terus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan asesmen makro OJK menunjukkan sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi tekanan dari perkembangan ekonomi global.

"Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap stabil dan solid di tengah ketidakpastian geopolitik serta pengetatan moneter global," ungkapnya dalam keterangan resmi.

Pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2025. Namun, proyeksi tersebut masih lebih baik dibandingkan perkiraan sebelumnya, terutama didukung peningkatan investasi dan perdagangan yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Di sisi lain, momentum pertumbuhan ekonomi global masih menghadapi sejumlah tantangan. Eskalasi konflik geopolitik kembali mendorong kenaikan harga minyak yang berpotensi meningkatkan inflasi global.

Kondisi tersebut diperberat oleh fenomena very strong El Nino yang berpotensi meningkatkan harga pangan dan komoditas pertanian.

Kenaikan inflasi global kemudian mendorong penerapan kebijakan suku bunga higher for longer. Kebijakan tersebut ditandai dengan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang. Pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga dapat berlanjut pada akhir 2026 dan terus berlangsung hingga 2027.

Tekanan juga terlihat pada pasar obligasi pemerintah. Imbal hasil obligasi pemerintah di Amerika Serikat dan Eropa kembali mencapai level seperti sebelum 2008, sementara Jepang kembali ke level sebelum 1997.

Kenaikan imbal hasil obligasi tersebut antara lain dipengaruhi tingginya kebutuhan pembiayaan pemerintah serta meningkatnya penerbitan obligasi jangka panjang oleh hyperscaler untuk mendukung investasi yang berkaitan dengan pengembangan AI.

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh

Di tengah tekanan eksternal tersebut, indikator ekonomi domestik menunjukkan kondisi perekonomian Indonesia relatif stabil. Inflasi masih terjaga sesuai dengan target pemerintah meskipun tekanan harga secara global mengalami peningkatan.

Inflasi yang terkendali turut menjaga permintaan domestik. Tingkat konsumsi masyarakat juga tetap kuat sehingga memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kepercayaan terhadap daya tahan ekonomi Indonesia juga tercermin dari revisi proyeksi OECD. Lembaga tersebut meningkatkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 0,5 persen.

Perkembangan tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih memiliki daya tahan di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

OJK menilai kondisi positif tersebut tidak terlepas dari kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Stabilitas sektor keuangan juga tetap terjaga dengan fundamental industri jasa keuangan yang dinilai solid.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rls



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami