Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
15 Juta Orang Derita Gangguan Mental di Pakistan
Kamis, 12 Oktober 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Islamabad. Sebanyak 15 juta orang menderita bermacam gangguan mental di Pakistan, kata beberapa ahli dalam satu seminar yang diselenggarakan pada Selasa (10/10/2017), saat negeri itu memperingati Hari Kesehatan Mental Dunia.
Badaruddin Junejo, Kepala Ilmu Penyakit Jiwa di Mohtarma Benazir Bhutto Medical University, mengatakan jumlah pasien semacam itu terus bertambah di negeri tersebut.
[pilihan-redaksi]
Faktor seperti kerugian ekonomi, ketidak-amanan, ketidak-pastian politik, pengangguran, kondisi kerja yang penuh tekanan, diskriminasi gender dan gangguan susunan sosial adalah penyebab utama penyakit mental di negeri itu, kata para ahli.
Berkaitan dengan Hari Kesehatan Mental Dunia, satu seminar terpisah diselenggarakan di Benazir Bhutto Hospital di Rawalpindi, demikian laporan Xinhua. Dalam kegiatan tersebut, depresi dikatakan mengisi 6 persen dari semua penyakit mental di negeri itu.
Terpisah dari itu, Punjab Institute of Mental Health menyelenggarakan kegiatan jogging untuk meningkatkan kesadaran di Ibu Kota Provinsi Punjab, Lahore, untuk memperingati hari tersebut.
Sementara negeri itu memperingati Hari Kesehatan Mental, kepanikan yang disebabkan oleh seorang penyerang tak dikenal dengan menggunakan pisau, yang telah dinyatakan menderita gangguan jiwa oleh polisi, di Kota Karachi di Pakistan Selatan masih tersebar luas di kota tersebut.
Hanya perempuan menjadi sasaran dan 11 perempuan telah cedera selama dua pekan belakangan oleh penyerang yang menderita sakit mental itu, yang masih berkeliaran setelah menyebar gelombang panik.
Dalam percakapan dengan Xinhua, Inspektur Senior Polisi di Karachi Shehla Qureshi mengatakan penyerang tersebut mengincar perempuan secara khusus.
Perempuan di Daerah Gulistan-e-Johar, tempat penyerang misterius bisanya menemukan sasarannya, tak mau keluar rumah mereka sendirian saja karena mereka takut terhadap penyerang yang sakit jiwa itu.
Sameeha Aleem, seorang konsultan ilmu jiwa, mengatakan kepada media lokal bahwa penyerang berpisau tersebut mungkin mendapat perintah halusinasi untuk menyerang perempuan, dan ia mungkin telah menyaksikan kekerasan serta pelecehan di tangan perempuan. Akibatnya, ia sekarang melakukan pembalasan dengan menyerang perempuan secara membabi-buta. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1177 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 917 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 746 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 682 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026