Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
350 Layangan Siap Ikuti Lomba Layang-Layang Virtual di Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejumlah upaya dalam memulihkan perekonomian dan aktivitas umum Bali namun tetap aman dari Covid-19 terus dilakukan Pemerintah yang bekerjasama dengan institusi dan berbagai pihak swasta.
[pilihan-redaksi]
Salah satu memberikan dukungan terhadap pelaksanaan lomba layang-layang virtual yang akan diselenggarakan 12 Juli mendatang di wilayah Sanur, Denpasar. Dukungan ini disampaikan Wakil Gubernur Tjok.
Oka Artha Ardhana Sukawati diruang tamunya saat menerima audensi dari kreator lomba Kadek Suprapta Meranggi (Kadek Sotto) dan team, Selasa (7/7).
Lomba layang-layang virtual ini diikuti sebanyak 350 layangan yang berasal dari Bali, Sulawesi Utara dan juga Lombok. Perlombaan sessi kedua ini dilaksanakan setelah sebelumnya juga diselenggarakan lomba layang-layang virtual akhir Juni lalu, namun karena dianggap sukses, perlombaan ini kembali dilaksanakan sebagai bentuk promosi baru membangkitkan kepercayaan dunia untuk Bali di tengah masa pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda.
Wagub Cok Ace berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas pemuda dalam berkarya, salah satunya membangkitkan layangan kategori inovasi jenis bidadari yang menonjolkan paduan warna dan inovasi.
Sesuai dengan rencana, upaya tatanan kehidupan era baru akan mulai dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada 9 Juli mendatang, sedangkan upaya untuk memulihkan pariwisata yang dimulai dari wisatawan domestik 30 Juli dan 11 September untuk wisatawan internasional.
Lebih spesifik lomba layang-layang virtual kali ini memilih tema layangan "Celepuk vs Kupu-Kupu", yang akan dinilai adalah konsep pembuatan layangan, segi paduan warna, cara menaikkan/ narik layangan di udara, dan seperti biasa di wilayah Bali peserta akan meramaikan lomba ini dengan irama pendamping dari baleganjur. Lebih ditekankan juga peserta penarik layang-layang virtual disyaratkan menggunakan pakaian adat madya sebagai cara dalam menunjukkan budaya adat di Bali.
Penilaian akan dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, sehingga peserta tidak perlu jauh-jauh datang ke zona "live center". Terkait banyaknya tali layangan yang sudah memakan korban, Kreator Lomba Layang-layang Virtual, Kadek Suprapta Meranggi mengatakan agar para pemuda yang menaikkan layangan ke udara tidak menginapkan layangannya terlalu lama, sehingga dapat memantau kekuatan tali penyangga layangan dengan baik.
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar