Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




8 Pelajar di Buleleng Naik Motor dengan Telanjang Bulat

Sabtu, 17 Januari 2015, 11:57 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/bulelengroundup

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Delapan pelajar yang berasal dari Dewa Suwug, Kecamatan Sawan, Buleleng, diamankan polisi. Mereka melakukan aksi konyol dengan mengendarai sepeda motor tanpa sehelai pakaian. 

Kedelapan pelajar yang berbuat konyol itu masing-masing berinisial Kadek PP (15), Gusti R (17), Agus S (16), Wayan A (17), Ketut S (15), Komang S (15), Made DM (15) dan Komang SR (15). Salah satu dari mereka adalah pelajar SMP dan sisanya merupakan pelajar SMA dan SMK. 

Kapolsek Sawan, AKP. Made Mustiada mengatakan, kedelapan pelajar itu diamankan karena telah menganggu ketertiban umum karena naik motor dengan bertelanjang bulat. 

“Kami sudah lakukan pembinaan, semua orang tuanya juga kita panggil agar ikut mengawasi anak-anaknya. Sedangkan terhadap kedelapan pelajar itu kita suruh mereka buat surat pernyataan, jangan mengulangi perbuatannya, jika mengulangi lagi terpaksa kita proses secara hukum,” tegas Mustiada.

Mustiada mengungkapkan,  kedelapan pelajar itu membuat aksi konyol dengan nekat telanjang bulat, pada Kamis dini hari. Tidak cuma telanjang bulat, kedepalan pelajar itu teriak-teriak di tengah jalan pusat desa. Setelah puas teriak-teriak, mereka naik sepeda motor berboncengan masih tanpa pakaian menuju terminal Penarukan, di Kelurahan Penarukan. Namun karena di warung nasi jingo banyak pembeli, mereka batal membeli nasi dan memilih balik ke kampungnya.

“Saat pulang itu, di Desa Sinabun, salah satu dari sepeda motor yang dikendarai mengalami kerusakan, dimana rantai pemutar roda putus. Mereka mencoba memperbaiki dengan kondisi telanjang dan diketahui warga sehingga dilaporkan ke polisi,” ungkap Mustiada.

Mengetahui kedatangan polisi, kedelapan pelajar itu langsung lari hingga masuk ke rumah warga. Beberapa di antara mereka nyaris dihajar warga karena dikira pencuri yang masuk ke rumah.

Dalam keterangannya di Mapolsek Sawan, kedelapan pelajar itu mengaku tidak dalam kondisi mabuk. Mereka berbuat konyol, bermula dari saling ejek soal besar kecilnya alat kelamin di antara mereka. Akhirnya mereka saling tantang untuk membuka seluruh pakaian agar alat kelamin mereka terlihat.  Jumat (16/1/2015) siang 8 pelajar konyol ini dipulangkan setelah membuat surat pernyataan dan diketahui oleh orang tua mereka masing-masing.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami