Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 1 Agustus 2026
91 Ogoh-Ogoh Siap Meriahkan Pengerupukan di Payangan, Pemuda Diimbau Tidak Mabuk Miras
beritabali/ist/91 Ogoh-Ogoh Siap Meriahkan Pengerupukan di Payangan, Pemuda Diimbau Tidak Mabuk Miras.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sebanyak 91 ogoh-ogoh akan meramaikan malam Pengrupukan di Kecamatan Payangan dalam rangka perayaan Nyepi Caka 1947 tahun 2025. Dari pantauan kepolisian, ogoh-ogoh tersebut telah terdata di masing-masing desa dan siap diarak di wilayah adat masing-masing.
Kapolsek Payangan, AKP I Putu Mulyatra, pada Kamis (27/03) menyatakan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang telah terdata akan diarak pada malam Pengrupukan.
"Agar pelaksanaan berjalan tertib dan lancar," ujarnya.
Adapun jumlah ogoh-ogoh yang tersebar di Kecamatan Payangan adalah sebagai berikut; Desa Bresela: 6 buah; Desa Bukian: 21 buah; Desa Buahan: 11 buah; Desa Buahan Kaja: 8 buah; Desa Kelusa: 8 buah; Desa Kerta: 10 buah; Desa Melinggih: 12 buah; Desa Melinggih Kelod: 7 buah; Desa Puhu: 8 buah.
Meskipun akan ada pengarakan ogoh-ogoh, tidak akan diadakan pawai terpusat. Setiap desa hanya akan mengarak ogoh-ogoh di sekitar wilayah adat masing-masing.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara, Polsek Payangan akan melakukan pengamanan dengan patroli wilayah serta menempatkan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di setiap desa, bekerja sama dengan Pecalang adat.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan prosesi Pengrupukan dan pengarakan ogoh-ogoh di Kecamatan Payangan, Gianyar dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Selain itu, warga, terutama anak muda, diimbau untuk tidak mengonsumsi minuman keras selama perayaan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun