Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bali Creative Board Resmi Dibentuk, Siap Jadi Mesin Ekonomi Baru

Kamis, 21 Mei 2026, 23:27 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Bali Creative Board Resmi Dibentuk, Siap Jadi Mesin Ekonomi Baru.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Bali Creative Board (BCB) resmi dideklarasikan sebagai wadah kolaborasi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Bali untuk memperkuat sektor ekonomi baru di luar pariwisata.

Deklarasi tersebut digelar di Ruang Rapat Etna, Kantor Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Kamis (21/5/2026), dan dihadiri sebanyak 27 asosiasi ekonomi kreatif dari berbagai subsektor. Dalam rapat deklarasi itu, Dr. I Made Artana, S.Kom., M.M. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Bali Creative Board. Sebelumnya, Artana juga dikenal sebagai penggagas sekaligus Koordinator Pembentukan BCB.

I Made Artana mengatakan saat ini BCB masih fokus pada proses pembentukan dan penguatan organisasi, termasuk pelegalan, penyusunan kepengurusan, hingga pendampingan subsektor ekonomi kreatif yang belum memiliki asosiasi formal.

"Ini adalah momen bersejarah bagi pelaku ekonomi kreatif dan digital di Bali karena untuk pertama kalinya kita bisa berkumpul dalam satu "rumah bersama" yang memayungi berbagai organisasi," ungkap Artana yang juga Rektor Primakara University.

Menurutnya, pembentukan BCB dilatarbelakangi ketergantungan ekonomi Bali terhadap sektor pariwisata sehingga diperlukan penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai penopang baru perekonomian daerah.

Ia menilai Bali memiliki potensi besar di bidang kreativitas, namun membutuhkan kolaborasi yang kuat agar mampu berkembang lebih optimal.

Artana juga menjelaskan bahwa saat ini pemerintah tengah memproses Peraturan Daerah (Perda) tentang ekonomi kreatif dan digital, termasuk rencana pengembangan Dinas Pariwisata menjadi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"BCB hadir dari sisi swasta sebagai mitra independen untuk mengorkestrasi gerakan ini," sebutnya.

BCB disebut lahir dari semangat gerakan bottom-up atau inisiatif langsung dari pelaku ekonomi kreatif di Bali untuk menghimpun kekuatan bersama.

Ia menambahkan, Bali menjadi daerah pertama yang memiliki wadah payung ekonomi kreatif seperti BCB dan diharapkan dapat menjadi role model nasional.

"Pak Menteri (Ekraf) sendiri berharap besar pada Bali karena di sini seluruh 17 subsektor ekonomi kreatif tersedia dan berjalan dengan baik," katanya.

Berbeda dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) daerah, BCB lebih berperan sebagai penggerak ekosistem di luar pemerintah dengan menghubungkan pelaku ekonomi kreatif dengan pemerintah, perguruan tinggi, media, akses pendanaan, hingga pasar.

"Kami menerapkan unsur Hexahelix yang melibatkan enam unsur: pemerintah, akademisi, media, akses pasar/pendanaan, komunitas, dan agregator atau institusi finansial," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Ida Bagus Gunarthawa menegaskan bahwa tujuan utama pembentukan BCB adalah menciptakan ketahanan ekonomi Bali melalui ekonomi kreatif.

"Belajar dari pengalaman Bom Bali, flu burung, hingga Covid-19, Bali akan sangat rentan jika hanya bertumpu pada satu sektor saja. Kami ingin memperluas episentrum dampaknya agar Bali memiliki posisi tawar yang kuat dan mampu menentukan arah strateginya secara mandiri," tandasnya.

"Tidak ada rumus instan, namun ini adalah langkah kecil yang panjang dan konsisten untuk menyuburkan "ladang" kreatif kita bersama," tutupnya.

Adapun 28 asosiasi yang tergabung dalam BCB ini di antaranya; 

1.  Bali Tech Startup (BTS)
2.  Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia Daerah Bali (PRSSNI PD) Bali
3.  HIMPUNAN PENGUSAHA DOKUMENTASI INDONESIA (HIPDI)    
4.  Himpunan Disainer Interior Indonesia (HDII) BALI 
5.  GameDev Bali
6.  Persatuan Artis, Musisi, Pencipta Lagu dan Insan Seni Bali (PRAMUSTI) BALI
7.  Indonesia Creative Cities Network (ICCN)
8.  Balinimation    
9.  Perhimpunan Fotografer Bali    (PFB)
10. IKATAN PENERBIT INDONESIA BALI (IKAPI)    
11. Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI)
12. Asosiasi Piranti Lunak dan Telematika Bali (Aspiluki) Bali
13. Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Bali
14. Sanur Cinema .ORG    
15. Asosiasi Profesional Desain Komunikasi visual (AIDIA)
16. Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Bali    
17. Komisi Film Bali (KFB)
18. Asosiasi Dokumenteris Nusantara Bali (ADN) Bali
19. Bali Blockchain Center (BBC)
20. Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Bali    
21. Assosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Bali    
22. Apa Kabar Desain(er) Grafis Bali?    
23. Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) BALI    
24. Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Provinsi (Gekrafs) Bali
25. Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia Chapter Bali (ADPII)    Desain Produk
26. Bali Initiative Hub    (BITHUB)
27. Bali Music Forum (BMF)
28. Backstagers Indonesia 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/tim



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami