Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Sopir Sekretariat DPRD Klungkung Mengaku Dipukul Oknum Dewan di Kafe IB Mantra Gianyar
bbn/ilustrasi/Sopir Sekretariat DPRD Klungkung Mengaku Dipukul Oknum Dewan di Kafe IB Mantra Gianyar.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Niat membantu justru berujung dugaan penganiayaan. Seorang sopir di Sekretariat DPRD Kabupaten Klungkung, I Wayan Murdiana, mengaku menjadi korban pemukulan oleh seorang anggota DPRD Klungkung berinisial KD di sebuah tempat hiburan malam wilayah Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Senin (25/5/2026) malam.
Peristiwa tersebut bermula saat korban menerima panggilan telepon sekitar pukul 14.00 Wita. Murdiana mengaku diminta datang untuk menjemput sekaligus menemani terlapor di sebuah kafe atau bar di kawasan Jalan Ida Bagus Mantra, Gianyar. Menurut pengakuannya, saat tiba di lokasi, kondisi terlapor diketahui sedang mengonsumsi minuman beralkohol.
"Saya datang karena khawatir. Saya hanya ingin membantu dan memastikan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," tuturnya.
Awalnya situasi di lokasi disebut masih berjalan normal. Namun suasana berubah ketika terlapor diduga mulai emosi di dalam tempat hiburan tersebut.
Murdiana mengaku sempat mencoba menenangkan situasi agar tidak semakin memanas. Namun upayanya justru berujung dugaan pemukulan. "Saya berusaha menenangkan, tapi malah dipukul," ungkapnya.
Korban kemudian berusaha meninggalkan lokasi karena merasa situasi sudah tidak kondusif. Ia juga disebut mencoba mencari saksi dan rekaman CCTV guna memastikan kronologi kejadian yang dialaminya. Namun menurut pengakuannya, dugaan penganiayaan kembali terjadi saat dirinya sudah berada di luar area kafe.
Akibat insiden tersebut, korban mengaku mengalami pembengkakan pada bagian pipi serta nyeri di area dagu dan pelipis. Pada malam yang sama, korban mendatangi kantor kepolisian untuk mencari kejelasan hukum terkait kejadian yang dialaminya.
Meski demikian, tak lama setelah kejadian, korban mengaku telah bertemu dengan terlapor dan persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara damai.
Terpisah, Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda Gusti Suardita mengatakan hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut, baik di Polsek Blahbatuh maupun di Polres Gianyar. "Bila nanti ada perkembangan akan kami info," jelasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli