Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
BLT Tidak Tepat Sasaran Dominasi Laporan ke Satgas Bantuan Hukum Golkar Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah 3 Minggu bekerja, tim Satgas Bantuan Hukum Golkar Bali menerima beberapa laporan dari masyarakat selama mengalami pandemi Covid-19. Sebagian besar laporan masyarakat didominasi persoalan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinilai tidak tepat sasaran dan berkeadilan.
[pilihan-redaksi]
Ketua Satgas Bantuan Hukum Golkar Bali, Wayan Muntra mengatakan dari semua laporan yang masuk dalam tim satgas yang menjadi keluhan utama masyarakat di seluruh kabupaten di Bali sebagian besar adalah persoalan BLT sebanyak 33 laporan, PHK sebanyak 17 laporan, restrukturasi kredit 12, dan beasiswa sebanyak 4 laporan.
"Kami sangat prihatin dan menyayangkan sikap-sikap pimpinan daerah dan pimpinan instansi tidak melakukan pembagian BLT secara berkeadilan karena sudah jelas dalam peraturan menteri Keuangan itu maksimal 30% dari dana APBDes harus disalurkan," ungkapnya, saat memberikan keterangan pers setelah tim satgas bekerja selama 3 minggu di Kantor DPD Golkar Bali, Senin (1/6/2020) di Denpasar.
Nantinya, kata dia, setelah tahapan menerima laporan, pihaknya akan menyeleksi kriteria yang masuk untuk ditindaklanjuti, baru kemudian akan dibuatkan surat tugas untuk penanganan lebih lanjut. Khusus untuk penanganan BLT nantinya saat melakukan pendampingan, akan disusuri bagaimana pembagian BLT tersebut mulai pengurus desa hingga ke tingkat lapangan.
"Solusi yang dirancang kemudian apakah nantinya akan ada perbaikan data atau perbaikan penyaluran sehingga penerima BLT adalah mereka yang sesuai dengan kriteria," imbuhnya.
Muntra mengungkapkan harapan masyarakat bahwa penerima BLT adalah mereka yang tidak mampu terdata dengan baik dan tidak salah sasaran kepada mereka yang berkecukupan malah menerima bantuan BLT.
"Untuk itu, bagi masyarakat yang dirugikan soal BLT ini agar melaporkan kepada kami," tandasnya.
Untuk kasus PHK, pihaknya menjelaskan dari aduan yang masuk terungkap memang tindakan tersebut marak terjadi saat pandemi. Namun, perusahaan atau investor, kata dia, banyak tidak sesuai prosedur atau tata cara dan tidak taat dengan UU Ketenagakerjaan. Tim Satgas ditugaskan untuk melakukan pendampingan atau advokasi agar haknya bisa dipenuhi. Sedangkan, mereka yang mengadu soal restrukturasi kredit mereka yang sudah mengajukan keringanan atau penundaan kredit tersebut tapi masih dilakukan penyitaan jaminan, eksekusi, dan pelelangan.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5830 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar