Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Bupati Sutjidra Gagas Beasiswa Dokter dan Perawat, Gandeng Kampus Luar Negeri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG menyampaikan rencananya untuk menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan beasiswa untuk meningkatkan kompetensi dokter.
Pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Buleleng untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin prima. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buleleng Tahun 2025 di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Minggu (10/8).
Dalam forum tersebut, Bupati Sutjidra memaparkan rencana pemberian beasiswa bagi dokter, perawat, dan calon mahasiswa kedokteran, termasuk kerja sama dengan universitas di luar negeri.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa IDI memiliki peran strategis sebagai pemersatu, pembina, dan pemberdaya dokter. Ia berharap IDI Buleleng tetap solid dan profesional dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk beradaptasi dengan tantangan digitalisasi dan perubahan regulasi kesehatan.
Lebih lanjut, Bupati yang juga seorang dokter ini menekankan komitmen Pemkab Buleleng dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan. Ia mengungkapkan, pemerintah daerah tengah menjajaki kerjasama dengan sejumlah universitas di luar negeri, seperti dari Shanghai, Tiongkok, dan India, yang menawarkan program pendidikan lanjutan bagi dokter spesialis, dokter umum, hingga perawat.
“Dari Tiongkok, ada 20 kuota beasiswa subspesialis selama dua tahun, lengkap dengan asrama dan biaya hidup. Sementara dari India, programnya tanpa batas kuota, bahkan tersedia pendidikan kedokteran enam tahun bagi lulusan SMA,” ungkapnya.
Selain pembiayaan dari pihak pemberi beasiswa, Pemkab Buleleng juga mempertimbangkan kompensasi bagi peserta yang meninggalkan keluarga selama studi.
“Kami ingin memastikan dalam meninggalkan zona nyaman untuk meningkatkan kompetensi, para dokter tidak khawatir dengan keluarga yang ditinggalkan. Kami memikirkan juga kompensasi yang wajar bagi yang nanti mau menempuh pendidikan lanjutan,” tambahnya.
Bupati Sutjidra juga menyampaikan adanya rencana kerja sama dengan UGM, IPB, dan Universitas Airlangga. Dimana perguruan tinggi tersebut bersedia menyediakan slot beasiswa S1 Kedokteran tanpa tes. Dengan syarat, siswa yang menerima beasiswa tersebut setelah usai menempuh pendidikan dokter harus kembali untuk mengabdi di Buleleng.
“Beasiswa ini diprioritaskan bagi saudara-saudara kita dari keluarga kurang mampu. Targetnya minimal satu desa memiliki satu sarjana. Semua biaya akan ditanggung penuh, dan setelah lulus mereka wajib kembali mengabdi di Buleleng,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati Sutjidra memberikan apresiasi kepada pengurus IDI Buleleng atas kemitraan dengan pemerintah daerah selama ini. Ia berharap kepengurusan baru dapat bekerja dengan dedikasi dan profesionalisme tinggi demi pelayanan kesehatan yang prima untuk masyarakat Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 586 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 582 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 431 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik