Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Bupati Sutjidra Gagas Beasiswa Dokter dan Perawat, Gandeng Kampus Luar Negeri
BERITABALI.COM, BULELENG.
Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG menyampaikan rencananya untuk menjajaki kerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan beasiswa untuk meningkatkan kompetensi dokter.
Pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Buleleng untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin prima. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buleleng Tahun 2025 di Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Minggu (10/8).
Dalam forum tersebut, Bupati Sutjidra memaparkan rencana pemberian beasiswa bagi dokter, perawat, dan calon mahasiswa kedokteran, termasuk kerja sama dengan universitas di luar negeri.
Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa IDI memiliki peran strategis sebagai pemersatu, pembina, dan pemberdaya dokter. Ia berharap IDI Buleleng tetap solid dan profesional dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk beradaptasi dengan tantangan digitalisasi dan perubahan regulasi kesehatan.
Lebih lanjut, Bupati yang juga seorang dokter ini menekankan komitmen Pemkab Buleleng dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan. Ia mengungkapkan, pemerintah daerah tengah menjajaki kerjasama dengan sejumlah universitas di luar negeri, seperti dari Shanghai, Tiongkok, dan India, yang menawarkan program pendidikan lanjutan bagi dokter spesialis, dokter umum, hingga perawat.
“Dari Tiongkok, ada 20 kuota beasiswa subspesialis selama dua tahun, lengkap dengan asrama dan biaya hidup. Sementara dari India, programnya tanpa batas kuota, bahkan tersedia pendidikan kedokteran enam tahun bagi lulusan SMA,” ungkapnya.
Selain pembiayaan dari pihak pemberi beasiswa, Pemkab Buleleng juga mempertimbangkan kompensasi bagi peserta yang meninggalkan keluarga selama studi.
“Kami ingin memastikan dalam meninggalkan zona nyaman untuk meningkatkan kompetensi, para dokter tidak khawatir dengan keluarga yang ditinggalkan. Kami memikirkan juga kompensasi yang wajar bagi yang nanti mau menempuh pendidikan lanjutan,” tambahnya.
Bupati Sutjidra juga menyampaikan adanya rencana kerja sama dengan UGM, IPB, dan Universitas Airlangga. Dimana perguruan tinggi tersebut bersedia menyediakan slot beasiswa S1 Kedokteran tanpa tes. Dengan syarat, siswa yang menerima beasiswa tersebut setelah usai menempuh pendidikan dokter harus kembali untuk mengabdi di Buleleng.
“Beasiswa ini diprioritaskan bagi saudara-saudara kita dari keluarga kurang mampu. Targetnya minimal satu desa memiliki satu sarjana. Semua biaya akan ditanggung penuh, dan setelah lulus mereka wajib kembali mengabdi di Buleleng,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bupati Sutjidra memberikan apresiasi kepada pengurus IDI Buleleng atas kemitraan dengan pemerintah daerah selama ini. Ia berharap kepengurusan baru dapat bekerja dengan dedikasi dan profesionalisme tinggi demi pelayanan kesehatan yang prima untuk masyarakat Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2341 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan