Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
Cok Asmara Kritik Tiang Listrik Semrawut, Minta Kabel Dibangun Bawah Tanah
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gianyar, Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati, menyoroti pemasangan tiang listrik dan tiang provider yang dilakukan tanpa pemberitahuan kepada pemilik lahan.
Ia menilai praktik tersebut kerap merugikan masyarakat karena menghambat penataan tanah hingga menimbulkan persoalan ketika warga harus memindahkan tiang, namun dibebani biaya tinggi.
“Walaupun PLN adalah BUMN dan punya dasar hukum, bukan berarti boleh merugikan masyarakat. Ini tidak fair,” tegas politisi Partai Demokrat itu di Puri Kantor Ubud.
Cok Asmara juga menilai kondisi kabel listrik yang semrawut serta tiang yang dipasang rendah dapat membahayakan keselamatan warga, terutama saat pemasangan penjor pada hari-hari adat. Ia menyebut PLN maupun provider seharusnya memahami titik kabel bertegangan tinggi agar tidak mengancam masyarakat.
“Kalau depan rumah masyarakat itu kabel tegangan tinggi, seyogianya tiangnya dibuat lebih tinggi. Bali sangat kental adat dan budaya. Banyak ornamen keagamaan yang harus dipasang, jangan sampai keberadaan kabel justru mengancam keselamatan,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah dan PLN memperluas program penanaman kabel bawah tanah seperti yang telah diterapkan di Jalan Raya Ubud.
“Kalau bisa tidak hanya di Ubud, tetapi di seluruh Bali. Keindahan wilayah akan jauh lebih baik jika kabel berada di bawah tanah,” katanya.
Menurut Cok Asmara, keluhan wisatawan terkait kabel semrawut semakin sering disampaikan, khususnya di destinasi ramai seperti Monkey Forest Ubud. Kabel bergelantungan yang kerap dimainkan kera bukan hanya mengganggu estetika, tetapi juga menimbulkan kecemasan.
“Banyak wisatawan takut tersengat listrik. Ini harus diperhatikan serius oleh pemerintah,” ujarnya.
Masalah ini, kata dia, akan dibahas bersama legislatif dan eksekutif untuk merumuskan solusi, termasuk penguatan regulasi agar program penanaman kabel dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Program Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, sudah mengarah ke penanaman kabel, khususnya di kawasan pariwisata. Ini perlu dukungan regulasi yang kuat,” tambahnya.
Cok Asmara berharap persoalan kabel dan tiang listrik yang terjadi dapat menjadi momentum bagi PLN maupun provider untuk melakukan pembenahan signifikan demi keamanan, estetika, dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 287 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 267 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang