Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Distribusi Oksigen ke 2 RS di Gianyar Tidak Sesuai Kebutuhan

Kamis, 22 Juli 2021, 22:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Distribusi oksigen di 2 Rumah Sakit di Gianyar tidak sesuai kebutuhan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Seiring dengan permintaan oksigen yang meningkat karena lonjakan kasus covid-19, distribusi oksigen ke Rumah Sakit daerah yakni RSUD Sanjiwani dan RSUD Payangan tidak sesuai kebutuhan. 

Dua rumah sakit milik Pemkab Gianyar ini kekurangan suplai setengah dari kebutuhan. Mengakibatkan, penggunaan oksigen selektif hanya untuk pasien Covid-19 dan kegawatdaruratan. Sedangkan pasien dengan tindakan operasi terencana, sebisa mungkin dilakukan penundaan jadwal. 

Direktur Utama RSUD Sanjiwani Gianyar, dr Ida Komang Upeksa ketika dikonfirmasi mengakui kondisi ini. Dijelaskan, kebutuhan oksigen untuk 1 kali 24 jam atau per hari sebanyak 219 tabung setara 1.314 meter kubik. Namun yang datang setiap hari berkisar 165 tabung. 

"Kekurangan ini sudah dikomunikasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dan juga langsung oleh Bapak Bupati ke Gubernur," ujar Upeksa. 

Dengan atensi dari Gianyar satu, Upeksa yang juga menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan Gianyar ini berharap oksigen dapat diterima kembali sesuai dengan kebutuhan. 

"Bahkan Bapak Bupati juga sudah menghubungi Kepala Dinkes Bali. Semoga setiap hari oksigen dapat diterima kembali sesuai kebutuhan," harapnya. 

Sementara terkait kapasitas ruang isolasi, kata Upeksa saat ini masih cukup memadai. Bahkan sedang menyiapkan ruang isolasi tambahan sehingga bisa melebihi presentase yang dianjurkan oleh Menteri Kesehatan dan Menkomarves. 

Sesuai arahan tersebut, RS diminta setidaknya menyediakan ruang isolasi 10% dari kapasitas total RS. Dan saat ini, dengan adanya peningkatan kasus diminta sampai 30% dari kapasitas total RS. Dijelaskan Upeksa, RSUD Sanjiwani tipe B kapasitas efektif saat ini mempunyai 266 TT (tempat tidur). Sehingga harusnya mempunyai 78 TT isolasi. 

"Saat ini ruang isolasi di RSUD Sanjiwani ada 64 kamar dan akan bertambah 22 kamar, ini sedang proses. Dengan demikian kapasitas ruang isolasi kami mencapai 33% melebihi dari tuntutan kemampuan sebuah RS sesuai arahan Menkes," terang dokter asal Banjar, Buleleng ini. 

Hal serupa juga diterapkan di RSUD Payangan tipe C. Dengan kapasitas efektif saat ini 60 TT seharusnya hanya menyiapkan 6 TT isolasi. Namun karena peningkatan kasus, saat ini sudah diupayakan semaksimal mungkin penambahan ruang isolasi menjadi 20 TT. 

"Jadi di Payangan juga sudah 33%, melebihi juga dari tuntutan kemampuan sebuah RS sesuai arahan Menjes," jelas Upeksa. 

Upaya penambahan kapasitas ruang isolasi ini, kata Upeksa memang sudah direncanakan dan sesuai instruksi Bupati Gianyar Made Mahayastra dalam mengantisipasi penambahan kasus. 

"Intinya kami berusaha agar masyarakat bisa astungkara terlayani," imbuhnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama RS Payangan dr I Gusti Ngurah Gede Putra membenarkan upaya penambahan tempat tidur isolasi tersebut. 

"Kemampuan awal kami hanya 13 Tempat Tidur isolasi. Namun terjadi kenaikan jumlah pasien Covid-19 yang saat ini 20 pasien, sehingga kami berupaya melakukan penambahan per kemarin (Rabu (21/7),red)," jelasnya. 

Mengenai kondisi Oksigen, RSUD  Payangan saat ini juga kekurangan suplai. Dijelaskan, dari analisa kebutuhan realtime pasien memerlukan 240 ton atau 40 tabung oksigen besar per hari. Namun suplai dari penyedia Samator per hari rata-rata 20 tabung. "Suplai nya saat ini setengah dari kebutuhan kami," ungkapnya. 

Untuk mengatasi stock oksigen terbatas, kata dr Gusti Ngurah Gede Putra saat ini tim RSUD Payangan terus melakukan amprah melalui SSO Inventory Oksigen Satgas Oksigen Provinsi Bali. 

"Dilakukan update setiap saat sesuai jumlah dan kondisi pasien. Mudah mudahan dengan sistem SSO itu penyedia PT Samator bisa menormalisasi kebutuhan Oksigen kita," harapnya. 

Selain kekurangan suplai oksigen, RSUD Payangan yang tergolong baru beroperasi ini alami keterbatasan peralatan. Sehingga pasien Covid-19 dengan gejala berat dirujuk ke RS lain yang memiliki peralatan lengkap. 

"Jika ada yang dirujuk, tidak semata karena keterbatasan Oksigen tetapi lebih kepada kondisi pasiennya. Pasien yang dirujuk adalah pasien gejala berat dengan kebutuhan alat HFNC atau Ventilator O2 cepat, dimana alat tersebut memang belum tersedia di RSUD payangan saat ini. Jadi pasien dirujuk untuk mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhan alat dan Oksigen yang ada di sentra RS lebih besar," terangnya.

Masalah dirujuk ke RS pemerintah atau swasta tidak ada perbedaan, karena semua pasien Covid ditanggung oleh negara. "Jadi tidak akan ada biaya yang dipungut dari pasien. Saat ini Pemda Gianyar mengutamakan kepastian pasien terlayani dan koordinasi antar RS juga berlangsung dengan baik," imbuhnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami