Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 9 Agustus 2026
G20 Gagal Capai Solusi 'Malapetaka Dunia'
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para menteri lingkungan hidup dari negara-negara G20 gagal menyepakati langkah aksi penanggulangan emisi global pada 2025 dan isu krisis iklim global pada pertemuan di India pada Jumat (28/7/2023).
Tidak ada terobosan yang mungkin dilakukan jelang pembicaraan iklim COP28 tahun ini, dengan negosiasi juga gagal mencapai konsensus tentang penggunaan energi terbarukan tiga kali lipat.
"Saya sangat kecewa," kata Menteri Transisi Ekologi Prancis Christophe Bechu, dikutip dari AFP, Minggu (29/7/2023).
"Kita belum bisa mencapai kesepakatan untuk meningkatkan energi terbarukan secara drastis, kita belum bisa mencapai kesepakatan untuk menghapus atau menurunkan bahan bakar fosil, terutama batu bara," ujarnya.
"Catatan suhu, bencana, kebakaran raksasa, dan kami tidak dapat mencapai kesepakatan tentang puncak emisi pada tahun 2025."
Bechu menilai diskusi dengan Cina, Arab Saudi, dan tentang masalah iklim dengan Rusia telah "rumit".
Menteri perubahan iklim India Bhupender Yadav, yang memimpin pertemuan tersebut, mengakui bahwa ada beberapa masalah tentang energi, dan beberapa masalah berorientasi target.
Adapun, pertemuan di Chennai terjadi beberapa hari setelah menteri energi G20 - kelompok yang mewakili lebih dari 80 persen PDB global dan produksi emisi CO2 - gagal menyepakati peta jalan untuk memotong bahan bakar fosil dari bauran energi global di pertemuan Goa.
Baca juga:
Rusia Sebut Tiga Drone Ukraina Serang Moskow
Kegagalan ini dipandang sebagai pukulan terhadap upaya mitigasi ketika para ahli iklim menyalahkan rekor suhu global yang memicu bencana iklim a.l. banjir, badai, dan gelombang panas.
Produsen minyak utama mengkhawatirkan dampak mitigasi drastis pada ekonomi mereka. Alhasil, Rusia dan Arab Saudi disalahkan atas kurangnya kemajuan di Goa.
Sementara itu, para juru kampanye emisi karbon dan iklim kecewa dengan kegagalan berulang kali G20 untuk mencapai kesepakatan pada di akhir pekan ini.
"Eropa dan Afrika Utara sedang terbakar, Asia dilanda banjir namun para menteri iklim G20 telah gagal menyepakati arah bersama untuk menghentikan krisis iklim yang meningkat dari hari ke hari," kata Alex Scott dari think-tank perubahan iklim E3G.
Sikap Saudi dan Cina, tambahnya, bertentangan dengan klaim mereka membela kepentingan negara-negara berkembang.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4404 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 1819 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1499 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 985 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 920 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun