Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Groundbreaking PSEL Bali Digelar 8 Juli

Sabtu, 23 Mei 2026, 11:03 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov Bali/Groundbreaking PSEL Bali Digelar 8 Juli.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy menjadi solusi strategis dalam menangani kedaruratan sampah di Bali, terutama setelah kapasitas TPA Suwung semakin kritis dan munculnya penumpukan sampah di sejumlah wilayah seperti Denpasar dan Badung.

Pemerintah Provinsi Bali saat ini terus mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang dalam penanganan sampah. Menurut Koster, pembangunan ini menjadi bagian dari percepatan penanganan sampah pasca penutupan TPA Suwung yang selama ini menjadi ancaman bagi lingkungan dan pariwisata Bali.

“Proyek PSEL untuk penanganan sampah di wilayah Denpasar dan Badung kini memasuki tahap persiapan pembangunan. Proyek strategis tersebut telah diproses oleh Danantara dan direncanakan akan mulai groundbreaking pada 8 Juli 2026 mendatang. Saat ini, proses pengurugan lahan sudah mulai dilakukan sebagai bagian dari tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern tersebut. Lahan yang digunakan untuk proyek PSEL ini memiliki luas sekitar 6 hektar,” jelas Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng itu pada Jumat (23/5) di Kertha Sabha, Jaya Sabha, Denpasar.

Selain pembangunan PSEL, pemerintah daerah juga memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis sumber melalui TPS3R, TPST, dan pemilahan sampah rumah tangga. Pemilahan sampah organik dan anorganik dinilai penting agar proses pengolahan sampah menjadi energi dapat berjalan optimal.

“Kebersihan Bali adalah fondasi utama menjaga Bali tetap kondusif sebagai destinasi wisata dunia. Sambil menunggu penyelesaian PSEL, gerakan bersih-bersih terus kita genjot,” terangnya.

Kehadiran fasilitas PSEL dinilai menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah Denpasar dan Badung. Pemerintah menargetkan pada 2028 permasalahan sampah di kedua daerah tersebut dapat tertangani lebih optimal.

“Nantinya, fasilitas PSEL ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.200 ton sampah per hari. Kapasitas besar tersebut diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di Bali,” imbuhnya.

Selain penanganan sampah baru, tumpukan sampah lama di kawasan TPA Suwung juga menjadi perhatian pemerintah. Sampah yang mengendap selama bertahun-tahun ditargetkan ikut diselesaikan bersamaan dengan pengembangan sistem pengelolaan sampah modern melalui proyek PSEL.

Pemerintah juga berharap kawasan eks TPA Suwung nantinya dapat direvitalisasi menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang lebih ramah lingkungan dan dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik.

Sementara itu, Maruli Simanjuntak saat meninjau kick-off pematangan lahan milik PT Pelindo di Pesanggaran menegaskan penanganan sampah harus dilakukan secara bersinergi. Ia menyebut TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.

“TNI AD siap mendukung berbagai program pemerintah dalam penanganan sampah melalui kegiatan karya bakti, edukasi lingkungan, hingga dukungan terhadap program pengelolaan sampah terpadu di daerah,” jelasnya.

Menurut Maruli, keunggulan pengolahan sampah oleh TNI AD di antaranya tanpa investasi pemerintah, mampu mengelola sampah lama, tidak memerlukan subsidi pemerintah, ramah lingkungan dan tanpa emisi terbuka.

“Yang perlu didukung oleh pemerintah yakni prosedur administrasi (perizinan), jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan,” ungkapnya.

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Nani Hendiarti menjelaskan Perpres 109/2025 menjadi payung hukum kebijakan pengolahan sampah yang menghasilkan energi seperti listrik, PSE BBM terbarukan, PSE Bio Energi dan produk turunan lainnya.

“Penggunaan teknologi PSEL dan PSE BBM terbarukan dapat mengurang kedaruratan sampah di Denpasar dan Badung, baik timbulan sampah harian maupun TPA Suwung,” terangnya.

Ia juga menyampaikan Bali telah ditetapkan sebagai lokasi pilot project pirolisis bersama sejumlah daerah lain seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor dan Semarang yang dilaksanakan oleh TNI AD dengan dukungan lintas kementerian dan lembaga.

“Groundbreaking PSEL Denpasar Raya pada tanggal 8 Juli 2026 mendatang menjadi momentum terintegrasi penanganan sampah di hulu dan hilir,” tutupnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami