Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 30 Mei 2026
Harga Properti Komersial Bali Turun pada Triwulan I 2026
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Indeks Harga Properti Komersial Provinsi Bali pada triwulan I 2026 mengalami penurunan cukup dalam. Kondisi ini dipengaruhi koreksi harga di sektor perhotelan dan ritel sewa di tengah perubahan pola permintaan pasar properti komersial di Bali.
Berdasarkan laporan terbaru Bank Indonesia, Indeks Harga Properti Komersial Bali tercatat turun sebesar -5,85 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan -6,81 persen secara triwulanan (quarter to quarter/qtq). Angka tersebut terkontraksi dibandingkan triwulan IV 2025 yang sebelumnya tumbuh 0,68 persen (yoy) dan 3,16 persen (qtq).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani menjelaskan, penurunan harga properti komersial terutama dipengaruhi oleh penyesuaian harga pada sektor hotel dan ritel sewa.
“Penurunan Indeks Harga Properti Komersial terutama dipengaruhi oleh koreksi harga pada segmen perhotelan seiring meningkatnya tekanan kompetisi dan tingginya sensitivitas harga wisatawan domestik,” ujarnya dalam keterangan resmi di Denpasar, Senin (18/5).
Secara rinci, harga hotel tercatat turun sebesar -6,27 persen (yoy), sementara ritel sewa turun -0,17 persen (yoy). Di sisi lain, harga apartemen sewa dan perkantoran sewa justru masih mengalami peningkatan masing-masing sebesar 20,27 persen (yoy) dan 1,46 persen (yoy).
Tak hanya harga, permintaan properti komersial di Bali juga mengalami pelemahan. Hal ini tercermin dari Indeks Permintaan Properti Komersial Bali triwulan I 2026 yang terkontraksi sebesar -9,27 persen (yoy).
Menurut Achris Sarwani, kondisi tersebut dipengaruhi faktor seasonal dan penyesuaian harga di sejumlah sektor properti komersial.
“Pada segmen perkantoran sewa, permintaan menurun seiring dengan perubahan preferensi penyewa pada penggunaan ruang kerja fleksibel dengan biaya yang lebih efisien,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada segmen apartemen sewa, masyarakat kini cenderung memilih masa tinggal yang lebih singkat. Penyewa yang sebelumnya menyewa dalam jangka 6 hingga 12 bulan kini beralih menjadi 1 hingga 2 bulan karena banyaknya pilihan akomodasi lain seperti vila dan resort.
Sementara pada sektor hotel, permintaan menurun akibat ketimpangan distribusi wisatawan antar pelaku usaha. Selain itu, berkurangnya wisatawan domestik dari sektor pemerintahan serta menurunnya wisatawan mancanegara akibat konflik geopolitik turut memengaruhi kondisi tersebut.
Meski demikian, sektor ritel sewa masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 13,49 persen (yoy). Pertumbuhan ini didorong masuknya sejumlah gerai franchise internasional di bidang food and beverages (F&B) serta collectible and hobbies.
Di tengah pelemahan permintaan, pasokan properti komersial di Bali masih tetap solid. Indeks Pasokan Properti Komersial triwulan I 2026 tercatat meningkat sebesar 4,48 persen (yoy).
Peningkatan pasokan terjadi pada segmen ritel sewa sebesar 10,74 persen (yoy) dan hotel sebesar 2,35 persen (yoy). Menurut Achris, peningkatan tersebut dipicu ekspansi pelaku usaha yang menyasar segmen ekonomi kelas atas serta strategi jangka panjang hotel berbintang dalam menghadapi prospek kunjungan wisatawan ke depan.
“Ke depan, sebagai upaya untuk mendukung pertumbuhan properti komersial yang berkualitas, Bank Indonesia senantiasa mendorong pembiayaan perbankan melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Dengan demikian, pasokan dan permintaan properti komersial dapat terjaga sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Achris Sarwani.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2315 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2240 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1645 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1552 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli