Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Hujan Tiga Hari, 40 Bencana Terjang Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng sejak Minggu (11/1) hingga Rabu (14/1) memicu 40 kejadian bencana alam. Rentetan peristiwa tersebut meliputi tanah longsor, pohon tumbang, banjir, jalan dan senderan jebol, hingga kejadian orang hanyut.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, kejadian tanah longsor tercatat paling dominan dengan total 23 titik. Longsor tersebar di Kecamatan Tejakula, Sawan, Sukasada, Banjar, dan Busungbiu.
Selain longsor, kejadian pohon tumbang dilaporkan terjadi di sembilan titik yang tersebar di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Buleleng, Seririt, Busungbiu, dan Sawan. Sementara banjir dilaporkan terjadi di satu titik, yakni Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.
Kerusakan infrastruktur juga tercatat cukup signifikan. Jalan jebol terjadi di tiga titik yang tersebar di Kecamatan Sukasada, Seririt, dan Banjar. Sedangkan senderan jebol dilaporkan di tiga titik, masing-masing di Kecamatan Sawan, Sukasada, dan Busungbiu.
Bencana paling fatal terjadi di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, berupa kejadian orang hanyut yang menimpa pensiunan pegawai Pemkab Buleleng, Made Serina (59), hingga meninggal dunia.
“Selama tiga hari ini, tercatat ada 40 kejadian bencana. Untuk total kerugian yang ditimbulkan masih dalam assement,” kata Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I Gede Suyasa, Rabu (14/1).
Suyasa menyampaikan, sebagian besar korban bencana telah menerima bantuan logistik hasil kerja sama BPBD Buleleng dengan BPBD Provinsi Bali. Bantuan tersebut berupa sembako, terpal, matras, dan selimut. Sementara material longsor, banjir, dan pohon tumbang telah dibersihkan melalui kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Untuk sekolah yang terdampak bencana seperti di SDN 3 Gitgit, hanya kami berikan terpal untuk menutup longsornya agar tidak meluas. Kalau bantuan perbaikan gedungnya, itu menjadi kewenangan Disdikpora. Begitu juga dengan jalan jebol, menjadi kewenangan Dinas PUTR,” jelas Suyasa.
Terkait rumah warga dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan, Suyasa menegaskan bantuan perbaikan dapat diajukan ke BPBD Buleleng dan akan disesuaikan dengan hasil penilaian tim.
“Bantuan akan diberikan berdasarkan hasil penilaiam tim. Akan dikaji terlebih dahulu. Dilihat jenis kerusakannya. BTT cair di triwulan pertama,” tandasnya.
Sementara itu, pascabanjir di Desa Pancasari, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Provinsi Bali melalui PPK 1.4 Bali turut melakukan pembersihan material lumpur di sejumlah titik saluran air.
PPK 1.4 Bali, Yoni Santhia, menjelaskan pembersihan difokuskan pada saluran air yang tersumbat material berat seperti bongkahan kayu dan sampah. Dalam proses tersebut, pihaknya menurunkan satu unit excavator, backhoe loader, dump truck, serta melibatkan sekitar 10 tenaga kerja.
Menurut Yoni, banjir di Desa Pancasari disebabkan bendung di belakang Hotel Pancasari tersumbat material, sehingga aliran air dari arah perbukitan dan Dasong menuju Danau Buyan terhambat.
“Banjir yang terjadi kemarin itu disebabkan karena saluran ini penuh material kayu,” jelasnya.
Pembersihan ditargetkan rampung dalam pekan ini sebelum dilanjutkan dengan normalisasi badan jalan nasional.
“Setelah aliran lancar, baru dilanjutkan normalisasi badan jalan nasional. Saat ini yang tersisa mayoritas material besar, terutama di saluran belakang Hotel Pancasari,” ujarnya.
Yoni menambahkan, cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari. Oleh karena itu, Satker PJN telah menyiapkan alat berat untuk mengantisipasi potensi longsor dan banjir susulan.
Untuk penanganan jangka panjang, Yoni menilai persoalan banjir di Desa Pancasari bersifat kompleks dan memerlukan koordinasi lintas instansi.
“Rencananya kami akan duduk bersama untuk membahas solusi penanganan ke depan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Mudah-mudahan dengan kebersamaan, penanganan bisa lebih maksimal,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4657 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2285 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan