Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
IDI Denpasar Bantah Penyebaran Covid-19 di Denpasar Tidak Terkendali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peningkatan angka kasus di Kota Denpasar memang memberikan rasa khawatir di masyarakat. Namun demikian, masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan bahwa penyebaran Covid-19 di Kota Denpasar tidak terkendali.
[pilihan-redaksi]
Hal ini dikarenakan wilayah yang terdapat pasien positif Covid-19 sudah langsung diisolasi oleh Satgas Desa/Kelurahan. Kendati wilayah desa berwarna merah, bukan berarti seluruh wilayahnya terjangkit, melainkan hanya titik tertentu dan sudah langsung di tracing serta diisolasi.
Demikian diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Denpasar, dr. IGA Ngurah Anom, MARS di Denpasar, Rabu (8/7). Lebih lanjut dijeaskan, kondisi ini wajar bila hanya melihat angka dan membandingkan angka tersebut dengan wilayah sekitar.
Meningkatnya kasus positif secara signifikan merupakan akibat terdeteksinya kasus positif berkat kebijakan tes swab yang dilakukan secara masif. Dimana, tes secara masif ini berkaitan dengan upaya untuk mengendalikan penyebaran covid-19 di Denpasar.
“Dengan diketahui siapa yang positif covid, maka akan diketahui juga siapa siapa yang (dicurigai) berpotensi akan terkena ataupun menularkan covid (OTG, ODP, dan PDP) melalui tracking kontak. Jadi langkah yang diambil Pemkot Denpasar dalam menangani covid-19 sudah benar, yakni melakukan test secara masif dan tracing secara agresif, namun hal ini harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat di masyarakat,” jelasnya.
Pihaknya menjelaskan bahwa keberhasilan tracking dan kejujuran orang yang positif akan menentukan terkendali atau tidaknya penyebaran Covid-19 di Denpasar. Kasus positif yang diketahui rekam jejaknya akan mempermudah penanganan sehingga penyebarannya dapat dikendalikan demikian pula sebaliknya.
“Terjadinya kasus positif yang tidak diketahui sumbernya, besar kemungkinan dapat terjadi akibat kurang maksimalnya kinerja dalam mentracking yang juga dipengaruhi oleh ketidakjujuran orang yang positif dalam memberikan keterangan, jadi kejujuran masyarakat sangatlah penting,” ujarnya.
Terhadap Kasus positif yang tidak diketahui sumbernya, dr. Anom menegaskan bahwa hal ini perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki potensi penyebaran covid yang tidak dapat dikendalikan.
“Kami sarankan jika masih ada kasus positif yang belum ditemukan sumber penyebaranya, agar melaksanakan karantina wilayah, karena sejauh ini karantina wilayah menjadi alternatif terbaik untuk memutuskan kasus dengan kondisi pasien positif yang tidak diketahui sumbernya,” pungkas dr. Anom.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar