Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Jelang Iduladha, Harga Ayam Potong di Pasar Badung Masih Stabil

Sabtu, 16 Mei 2026, 11:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Jelang Iduladha, Harga Ayam Potong di Pasar Badung Masih Stabil.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Harga daging ayam potong di Pasar Badung, Kota Denpasar, masih terpantau stabil menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Hingga Kamis (14/5/2026), harga ayam potong masih berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram.

Meski harga belum mengalami kenaikan, para pedagang mengaku penjualan daging ayam masih cenderung sepi dibanding harapan menjelang hari besar keagamaan.

Salah satu pedagang ayam potong, I Gusti Nyoman Ayu mengatakan, harga jual ayam potong saat ini masih bertahan normal tanpa kenaikan signifikan.

"Harga masih seperti biasa, Rp 38.000,- per hari ini," jelasnya, Kamis pagi, (14/5/2026) di sela aktivitasnya memotong daging ayam di Pasar Badung, Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Menurutnya, dengan kondisi harga yang stabil, penjualan di lapaknya rata-rata hanya mencapai 50 kilogram per hari.

"Untuk di lapak saya. Ya, hanya mampu menjual 50 Kilogram saja per harinya," jelasnya.

Ia menambahkan, hampir seluruh bagian ayam potong masih diminati pembeli maupun pelanggan tetap di pasar tradisional tersebut.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Nyoman Widia. Ia menyebut harga ayam potong hingga kini belum mengalami perubahan menjelang Idul Adha tahun ini.

"Harga jual daging ayam masih saya jual Rp 38.000,- per kilogramnya. Jadi belum ada kenaikan harga daging ayam ini," ucapnya.

Namun demikian, kondisi pasar menurutnya masih relatif sepi. Penjualan harian daging ayam potong bahkan hanya berkisar 10 hingga 30 kilogram per hari.

"Penjualan daging ayam potong ini. Ya masih segini-gini aja Ya, sepi. Paling per hari Saya hanya mampu menjual 10 hingga 30 Kilogram daging ayam ini perharinya," terangnya.

Ia memperkirakan lemahnya daya beli masyarakat dipengaruhi kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Menurutnya, banyak masyarakat Bali yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata, sementara kunjungan wisatawan masih dalam musim sepi (low season).

Kondisi tersebut dinilai berdampak terhadap pola belanja masyarakat, terutama saat harga sejumlah kebutuhan pokok masih relatif tinggi dibanding sebelumnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami