Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
Kebiasaan Bangun Pagi Presiden Sukarno di Istana Tampaksiring
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Presiden pertama Indonesia, Sukarno terbiasa bangun pagi. Hal ini disampaikan salah satu mantan tukang kebunnya di Istana Tampaksiring. Dia bercerita banyak tentang masa-masanya bersama Presiden Sukarno.
Hal ini disampaikan salah satu mantan tukang kebunnya di Istana Tampaksiring, Made Galang tahun 2005 lalu, dalam buku "A Magic Gecko" yang ditulis Horst Henry Geerken.
Ketika dia mulai bekerja di Istana Tampaksiring, waktu itu sekitar pukul lima pagi, dia melihat seseorang sedang berlutut menyiangi tanaman. Dia terganggu dan menepuk bahu orang itu sambil berkata, "Hei itu tanah saya!"
Dia terkejut ketika orang yang memalingkan mukanya ternyata Sang Presiden Sukarno. Namun Sukarno hanya berujar dengan tenang, "Saya mau bantu saja."
Menurut Galang, Sukarno senang bekerja di kebun pagi-pagi. Beliau menanam banyak pohon dan semak di lahan istananya dengan tangannya sendiri.
Tamu negara diharapkan bangun pagi juga. Berbagai upacara mengelilingi Sukarno. Pukul enam pagi tamu negara diharapkan menemuinya di tengah-tengah jembatan antara istana pribadinya, Wisma Merdeka, dan tempat tamu, Wisma Negara.
Mereka kemudian melihat prosesi laki-laki dan perempuan yang berjalan di bawah jembatan menuju pemandian dan perempuan Bali setengah telanjang yang mandi di kolam dekat situ. Lalu mereka sarapan bersama.
Cerita menarik lain datang dari orang-orang desa di Tampaksiring. Jika tidak bekerja di kebunnya, beliau bersepeda ke sekeliling Desa Tampaksiring. Pakaiannya sederhana, seperti tukang jualan saja: celana pendek dan kemeja longgar, tongkat komandonya tersembunyi. Sambil bersepeda, beliau selalu melewati sebuah warung.
Anak gadis si pemilik warung, Wayan yang baru berumur 14 tahun, keluar membantu. Dia jatuh cinta melihat "si tukang jualan". Tapi kemudian dia mendengar bawa pesepeda itu sebenarnya adalah Presiden. Dia jadi ketakutan sehingga jatuh sakit. Ketika presiden mendengar hal itu, beliau mengunjunginya ketika pergi bersepeda lagi dan menenangkannya. Gadis itu pun sembuh.
Made Galang juga menceritakan, bahwa roh Sukarno tetap hidup di rumah pribadinya di dalam istana. Walaupun ruangan ruangan ini tidak ditinggali, jendelanya membuka sendiri di pagi hari dan menutup pada malam hari. Orang-orang Desa di Tampaksiring juga sering mendengar suara Sukarno di istana.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8436 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5805 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3631 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2455 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar