Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
Kronologi Penari Rangda Tewas Ditusuk Keris Saat Kesurupan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kabar duka datang dari sebuah rumah yang terletak di Jalan Sutomo, Nomor 44, Banjar Blong Gede, Pemecutan Kaja, Denpasar Barat, Kamis (4/2/2021).
Seorang pelajar, berinisial IGNEP (16) yang berperan sebagai penari Rangda dan mengikuti upacara ritual Napak Pertiwi di rumah tersebut tewas setelah tertusuk kerisnya sendiri.
"Ya benar ada warga meninggal tertusuk keris saat upacara Napak Pertiwi," ungkap Kelian Dinas (Kepala Dusun) Blong Gede, Made Rispong Arta Suda Negara saat ditemui awak media di Balai Banjar Blong Gede, pada Jumat (5/2/2021).
Made Rispong yang didampingi Kelian Adat Banjar Blong Gede yakni Made Jaya Atmaja menerangkan kronologis kejadian hingga menewaskan IGNEP. Korban sebelumnya mengikuti upacara Napak Pertiwi dalam rangkaian Hari Pagerwesi.
Menurutnya, kegiatan ritual yang berlangsung sekitar pukul 01.00 WITA itu diikuti kurang lebih 30 orang. "Dia (korban) saat itu bertugas jadi penari Rangda" bebernya.
Diterangkannya, upacara yang diprakarsai seorang angggota Polresta Denpasar itu berlangsung hingga tengah malam. Namun di tengah acara berlangsung, korban IGNEP yang mengenakan pakaian Rangda mendadak kerauhan atau kesurupan.
Sesuai tradisi ritual, tubuh pelajar itu dilakukan tes yakni ditusuk dengan keris yang dibawa para peserta. Suara gamelan sebagai pengusung ritual riuh berbunyi. Seseorang kemudian menusuk tubuh remaja yang sedang menari Rangda tersebut.
Usai ditusuk, tiba-tiba saja korban langsung tersungkur. "Jadi, saat itu suara gamelan riuh dan itu sudah biasa. Apalagi setelah kena tusukan dianggap tidak ada masalah. Korban yang jatuh pun ditolong. Nah pas ditolong oleh tukang gamelan dan diperiksa ternyata sudah ada darahnya," ungkapnya.
Akibatnya, situasi upacara Napak Pertiwi gempar. Selanjutnya, korban dilarikan ke RSUD Wangaya Denpasar untuk mendapatkan penanganan intensif. Nasib berkata lain, pelajar IGNEP dinyatakan sudah meninggal dunia.
"Saya dengar kena tusuk di bagian jantung. Lebih tepatnya saya kurang paham lagi, kabarnya meninggal dunia," ungkapnya.
Made Rispong kembali melanjutkan kasusnya kini ditangani Polresta Denpasar. Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan oleh sejumlah saksi termasuk penyelenggara.
Dikonfirmasi terkait kasus ini, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi membenarkannya. Namun ia mengaku belum mengetahui secara rinci kronologisnya hingga menewaskan korban.
"Ya benar sudah ditangani. Tapi saya belum terima laporan dari Unit Reskrim. Nanti saya kabari," bebernya Jumat (5/2/2021).
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8462 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5815 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3640 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2467 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar