Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 18 Mei 2026
Kurun Waktu 3 Hari, 11 Penyu Ditemukan Mati di Pantai Jembrana
Kamis, 14 Juni 2018,
15:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com.Jembrana, Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih menyebutkan dalam kurun waktu tiga hari sudah 11 ekor penyu yang ditemukan mati di pesisir pantai Jembrana.
[pilihan-redaksi]
Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak Wayan Anom Astika Jaya mengatakan penyu yang mati itu merupakan jenis penyu lekang dan mayoritas betina. Sedangkan yang lain usianya masih remaja sehingga belum diketahui jenis kelaminnya. Pihaknya masih belum mengetahui penyebab pasti matinya belasan penyu di pesisir pantai Jembrana tersebut.
Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak Wayan Anom Astika Jaya mengatakan penyu yang mati itu merupakan jenis penyu lekang dan mayoritas betina. Sedangkan yang lain usianya masih remaja sehingga belum diketahui jenis kelaminnya. Pihaknya masih belum mengetahui penyebab pasti matinya belasan penyu di pesisir pantai Jembrana tersebut.
Sebelumnya, penemuan 2 penyu mati pertama ditemukan di pantai Tembles desa Penyaringan, Mendoyo. Penemuan penyu mati juga ditemukan Kamis (14/6) pagi yakni 2 ekor penyu jenis lekang dalam kondisi mati di pantai Yehkuning dan pantai Perancak, Jembrana oleh sejumlah nelayan.
Menurut informasi, dua ekor penyu lekang yang ditemukan mati di pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tersebut ditemukan pertama kali oleh I Gede Raka Susila, salah seorang warga setempat pada Selasa (12/6) sekitar pukul 18.30 Wita.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kelian Banjar Anyar Kelod I Kadek Winastra, yang langsung menuju lokasi penemuan bersama I Gede Putu Suegardana Cita, salah seorang anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDIP.
“Saya bersama Kelian Banjar Anyar Kelod, langsung mengecek penyu tersebut. Ada dua ekor yang ditemukan mati terdampar, besarnya hampir sama, tapi satu ekor kondisinya busuk sehingga langsung kami kubur,” terang Suegardana, Rabu (13/6).
Sedangkan satu ekor lainnya, kondisinya masih utuh dan bagus. Diperkirakan baru mati sehari karena belum tercium bau busuk. Suegardana, kemudian berkoordinasi dengan Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak, Jembrana untuk langkah selanjutnya terhadap penyu yang ditemukan mati tersebut.
[pilihan-redaksi2]
“Dari hasil koordinasi dengan Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, kami diminta membawa penyu yang masih utuh tersebut ke Perancak untuk diteliti penyebab kematiannya,” ujar Suegardana.
“Dari hasil koordinasi dengan Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, kami diminta membawa penyu yang masih utuh tersebut ke Perancak untuk diteliti penyebab kematiannya,” ujar Suegardana.
Lanjutnya, dari hasil pengukuran terhadap bangkai penyu tersebut diketahui besar penyu tersebut lebar 62 cm dan panjang mencapai 59 cm. Kedua penyu tersebut merupakan jenis lekang yang habitatnya mulai punah dan dilindungi.
Sementara itu dari informasi Kamis (14/6) juga kembali ditemukan dua ekor penyu lekang dalam kondisi mati. Satu ekor ditemukan di pantai Yehkuning dan satu ekor lagi ditemukan di pantai Perancak, Jembrana. (bbn/jim/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1509 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1139 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 985 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 874 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026