Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 3 November 2026
Kurun Waktu 3 Hari, 11 Penyu Ditemukan Mati di Pantai Jembrana
Kamis, 14 Juni 2018,
15:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com.Jembrana, Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih menyebutkan dalam kurun waktu tiga hari sudah 11 ekor penyu yang ditemukan mati di pesisir pantai Jembrana.
[pilihan-redaksi]
Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak Wayan Anom Astika Jaya mengatakan penyu yang mati itu merupakan jenis penyu lekang dan mayoritas betina. Sedangkan yang lain usianya masih remaja sehingga belum diketahui jenis kelaminnya. Pihaknya masih belum mengetahui penyebab pasti matinya belasan penyu di pesisir pantai Jembrana tersebut.
Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak Wayan Anom Astika Jaya mengatakan penyu yang mati itu merupakan jenis penyu lekang dan mayoritas betina. Sedangkan yang lain usianya masih remaja sehingga belum diketahui jenis kelaminnya. Pihaknya masih belum mengetahui penyebab pasti matinya belasan penyu di pesisir pantai Jembrana tersebut.
Sebelumnya, penemuan 2 penyu mati pertama ditemukan di pantai Tembles desa Penyaringan, Mendoyo. Penemuan penyu mati juga ditemukan Kamis (14/6) pagi yakni 2 ekor penyu jenis lekang dalam kondisi mati di pantai Yehkuning dan pantai Perancak, Jembrana oleh sejumlah nelayan.
Menurut informasi, dua ekor penyu lekang yang ditemukan mati di pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tersebut ditemukan pertama kali oleh I Gede Raka Susila, salah seorang warga setempat pada Selasa (12/6) sekitar pukul 18.30 Wita.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kelian Banjar Anyar Kelod I Kadek Winastra, yang langsung menuju lokasi penemuan bersama I Gede Putu Suegardana Cita, salah seorang anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDIP.
“Saya bersama Kelian Banjar Anyar Kelod, langsung mengecek penyu tersebut. Ada dua ekor yang ditemukan mati terdampar, besarnya hampir sama, tapi satu ekor kondisinya busuk sehingga langsung kami kubur,” terang Suegardana, Rabu (13/6).
Sedangkan satu ekor lainnya, kondisinya masih utuh dan bagus. Diperkirakan baru mati sehari karena belum tercium bau busuk. Suegardana, kemudian berkoordinasi dengan Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Desa Perancak, Jembrana untuk langkah selanjutnya terhadap penyu yang ditemukan mati tersebut.
[pilihan-redaksi2]
“Dari hasil koordinasi dengan Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, kami diminta membawa penyu yang masih utuh tersebut ke Perancak untuk diteliti penyebab kematiannya,” ujar Suegardana.
“Dari hasil koordinasi dengan Ketua Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, kami diminta membawa penyu yang masih utuh tersebut ke Perancak untuk diteliti penyebab kematiannya,” ujar Suegardana.
Lanjutnya, dari hasil pengukuran terhadap bangkai penyu tersebut diketahui besar penyu tersebut lebar 62 cm dan panjang mencapai 59 cm. Kedua penyu tersebut merupakan jenis lekang yang habitatnya mulai punah dan dilindungi.
Sementara itu dari informasi Kamis (14/6) juga kembali ditemukan dua ekor penyu lekang dalam kondisi mati. Satu ekor ditemukan di pantai Yehkuning dan satu ekor lagi ditemukan di pantai Perancak, Jembrana. (bbn/jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 540 Kali
04
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 395 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026