Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
Pandemi, Kasus "Ilegal Logging" di Bali Timur Diklaim Menurun 60%
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, I Made Warta mengatakan, di tahun 2021 kasus penebangan hutan secara ilegal atau "illegal logging" mulai menurun sebesar 60 persen khususnya di wilayahnya.
Dikatakan penurunan ini disebabkan karena, pelaksanaan patroli yang secara rutin dilakukan berkolaborasi dengan pihak kepolisian setempat.
"Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya saat ini telah menurun kurang lebih telah mencapai 60 persen," ucapnya, Jumat (19/3).
Berkolaborasi dengan Polsek Rendang dan Polda Bali, pihaknya telah menangkap 2 orang pelaku illegal logging dengan barang bukti kurang lebih 6 batang pohon yang telah ditebang pada bulan Januari 2021 .
Menurutnya Karangasem termasuk daerah rawan illegal logging karena beberapa faktor mulai dari ekonomi, karakter masyarakat dan juga jarangnya melakukan patroli.
"Dalam upaya antisipasi tentu pencegahan paling penting, jika dilihat masyarakat di hutan sangat tergantung dengan hutan maka, kita melakukan pemberdayaan melalui perhutanan sosial dan kita beri hak pengelolaan juga," ucapnya sembari menegaskan penindakan kepada pelaku illegal logging tidak akan ditoleransi.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8449 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5806 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3632 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2460 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar