Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen Gelar Metatah Gratis
Kukuhkan Kepengurusan dan Luncurkan Website
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen (AWBS) Pusat menggelar Pesamuan Agung di Taman Prakerti Bhuana Beng, Kecamatan Gianyar pada Purnama Sasih Ketiga, Sabtu (10/9).
Dalam Pesamuan Agung tersebut, tiga kegiatan digelar sekaligus. Mulai dari pengukuhan pengurus, launching website, hingga Metatah massal gratis.
Kegiatan pertama yakni pengukuhan kepengurusan juga digelar serempak, antara lain Pengukuhan Pengurus Pasemetonan AWBS Kabupaten/Kota se Bali, Provinsi NTB, Lampung dan Sulawesi Tengah periode 2022-2027. Ketua panitia Pesamuan Agung, I Gusti Ngurah Arya Astana mengungkapkan, digelarnya pengukuhan secara bersamaan ini memiliki tujuan untuk mempererat rasa pasemetonan AWBS.
Hal ini sejalan dengan amanat dari Mahasabha V yang digelar pada Desember 2021 lalu, bahwa adanya organisas tersebut untuk menghimpun silaturahmi Pasemetonan di Bali maupun luar Bali. Termasuk untuk membahas keputusan penting bagi organisasi dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menjadi program organisasi.
"Pengukuhan dilaksanakan bersamaan bertujuan untuk menciptakan suasana kekeluargaan, kebersamaan, saling kenal sesama pengurus, serta memudahkan untuk komunikasi dan koordinasi. Termasuk dengan Pasemetonan di perantauan bisa terjalin komunikasi yang baik," ungkapnya.
Sedangkan peluncuran website, Ngurah Astana mengatakan, bertujuan untuk menyajikan histori babad, pura, Merajan, Pelinggih dan berbagai informasi yang bermanfaat bagi Pasemetonan AWBS. Bahkan kata dia, seiring dengan perkembanban zaman, Pasemetonan AWBS juga sudah memiliki WA grup, halaman FB, IG, YouTube Channel, serta kini website.
"Sekarang dilengkapi dengan website. Sehingga diharapkan Pasemetonan mendapat sumber informasi yang valid terkait histori maupun informasi. Yang menarik juga, akan segera dibangun slot bimbingan UMKM, informasi kewirausahaan, beasiswa, lowongan kerja di dalam maupun luar negeri," jelasnya.
Selain pengukuhan pengurus dan launching website, yang menarik juga yakni kegiatan sosial keagamaan berupa pelaksanaan metatah massal dan menek kelih massal gratis. Menurut Ketua Umum Pasemetonan AWBS Pusat, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana MSi, kegiatan sosial keagamaan yakni Metatah dan Menek Kelih (Munggah Daha) massal secara gratis ini sejatinya merupakan aksi sosial yang sudah mentradisi di organisasi Pasemetonan tersebut sejak tahun 1951. Bahkan kali ini, Metatah massal dan Menek Kelih massal yang diikuti puluhan peserta baik dari Pasemetonan maupun masyarakat umum.
"Metatah dan Munggah Daha massal ini adalah wujud rasa memiliki dan peduli terhadap sesama. Bahu membahu membantu masyarakat, khususnya orangtua untuk menjalankan kewajiban kepada anak. Astungkara nanti kita bisa laksanakan Metatah massal di provinsi luar Bali," ujarnya.
Rektor Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa ini melanjutkan, program metatah dan menek kelih massal merupakan satu dari sejumlah program utama di Pasemetonan AWBS. Karenanya, Pasemetonan AWBS diharapkan tak sekedar menjadi organisasi. Melainkan diharapkan menjadi organisasi yang menjalankan titah Leluhur serta meringankan beban umat dalam melaksanakan suatu upacara yadnya.
"Kita harap, Pasemetonan AWBS ini bukan hanya jadi organisasi formal saja, tapi menjalankan titah leluhur. Supaya Hindu di Bali dan Indonesia ajeg, dan umat sami ringan saat pelaksanaan upacara," harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1509 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1139 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 985 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 874 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik