Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen Gelar Metatah Gratis
Kukuhkan Kepengurusan dan Luncurkan Website
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen (AWBS) Pusat menggelar Pesamuan Agung di Taman Prakerti Bhuana Beng, Kecamatan Gianyar pada Purnama Sasih Ketiga, Sabtu (10/9).
Dalam Pesamuan Agung tersebut, tiga kegiatan digelar sekaligus. Mulai dari pengukuhan pengurus, launching website, hingga Metatah massal gratis.
Kegiatan pertama yakni pengukuhan kepengurusan juga digelar serempak, antara lain Pengukuhan Pengurus Pasemetonan AWBS Kabupaten/Kota se Bali, Provinsi NTB, Lampung dan Sulawesi Tengah periode 2022-2027. Ketua panitia Pesamuan Agung, I Gusti Ngurah Arya Astana mengungkapkan, digelarnya pengukuhan secara bersamaan ini memiliki tujuan untuk mempererat rasa pasemetonan AWBS.
Hal ini sejalan dengan amanat dari Mahasabha V yang digelar pada Desember 2021 lalu, bahwa adanya organisas tersebut untuk menghimpun silaturahmi Pasemetonan di Bali maupun luar Bali. Termasuk untuk membahas keputusan penting bagi organisasi dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menjadi program organisasi.
"Pengukuhan dilaksanakan bersamaan bertujuan untuk menciptakan suasana kekeluargaan, kebersamaan, saling kenal sesama pengurus, serta memudahkan untuk komunikasi dan koordinasi. Termasuk dengan Pasemetonan di perantauan bisa terjalin komunikasi yang baik," ungkapnya.
Sedangkan peluncuran website, Ngurah Astana mengatakan, bertujuan untuk menyajikan histori babad, pura, Merajan, Pelinggih dan berbagai informasi yang bermanfaat bagi Pasemetonan AWBS. Bahkan kata dia, seiring dengan perkembanban zaman, Pasemetonan AWBS juga sudah memiliki WA grup, halaman FB, IG, YouTube Channel, serta kini website.
"Sekarang dilengkapi dengan website. Sehingga diharapkan Pasemetonan mendapat sumber informasi yang valid terkait histori maupun informasi. Yang menarik juga, akan segera dibangun slot bimbingan UMKM, informasi kewirausahaan, beasiswa, lowongan kerja di dalam maupun luar negeri," jelasnya.
Selain pengukuhan pengurus dan launching website, yang menarik juga yakni kegiatan sosial keagamaan berupa pelaksanaan metatah massal dan menek kelih massal gratis. Menurut Ketua Umum Pasemetonan AWBS Pusat, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana MSi, kegiatan sosial keagamaan yakni Metatah dan Menek Kelih (Munggah Daha) massal secara gratis ini sejatinya merupakan aksi sosial yang sudah mentradisi di organisasi Pasemetonan tersebut sejak tahun 1951. Bahkan kali ini, Metatah massal dan Menek Kelih massal yang diikuti puluhan peserta baik dari Pasemetonan maupun masyarakat umum.
"Metatah dan Munggah Daha massal ini adalah wujud rasa memiliki dan peduli terhadap sesama. Bahu membahu membantu masyarakat, khususnya orangtua untuk menjalankan kewajiban kepada anak. Astungkara nanti kita bisa laksanakan Metatah massal di provinsi luar Bali," ujarnya.
Rektor Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa ini melanjutkan, program metatah dan menek kelih massal merupakan satu dari sejumlah program utama di Pasemetonan AWBS. Karenanya, Pasemetonan AWBS diharapkan tak sekedar menjadi organisasi. Melainkan diharapkan menjadi organisasi yang menjalankan titah Leluhur serta meringankan beban umat dalam melaksanakan suatu upacara yadnya.
"Kita harap, Pasemetonan AWBS ini bukan hanya jadi organisasi formal saja, tapi menjalankan titah leluhur. Supaya Hindu di Bali dan Indonesia ajeg, dan umat sami ringan saat pelaksanaan upacara," harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3494 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1321 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 846 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 689 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun