Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Peguyuban Pinandita Dharma Bhakti, Lestarikan Budaya dan Adat Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Mengawal pelestarian kearifan lokal dan adat Bali, menjadi visi utama Paguyuban Pinandita Yayasan Dharma Bhakti, Pura Puseh Denpasar. Paguyuban ini resmi terbentuk Minggu (31/5), yang diketuai oleh Jero Mangku Kadek Iwan Wirawecana.
Pria yang dikenal sebagai olahragawan dan aktif berorganisasi ini menjelaskan, paguyuban dibentuk untuk mewadahi masyarakat yang ingin mengenal sisi kearifan lokal, adat Bali dan agama Hindu. Saat ini anggota paguyuban mencapai 100 orang yang berasal dari pemangku yang telah lulus menjalani pelatihan bersama Yayasan Dharma Bhakti.
"Tapi kami membuka diri untuk semua pemangku di Bali, yang ingin ikut bergabung. Dasarnya ngayah atau pengabdian," ungkapnya saat diwawancarai Minggu (30/5), didampingi Wakil Ketua, Jero Mangku I Nyoman Manik Sukaryasa.
Jero Iwan mengatakan, sebelum terbentuk, paguyuban ini telah terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan yang digelar pengempon Pura Puseh Denpasar. Meliputi pelatihan kepemangkuan, pelatihan serati dan metatah massal. Kegiatan serupa diupayakan berlangsung secara rutin.
"Tahap berikutnya kita akan buka agenda serupa. Juga akan mengembangkan pelatihan yoga, dan kursus menari Bali," terangnya.
Lebih dalam, Jero Manik menjelaskan Yayasan Dharma Bhakti yang menaungi paguyuban Pinandita ini sangat adaptif.
Kegiatan yang digelar akan sesuai kebutuhan dan persoalan sosial yang dihadapi umat Hindu.
"Kami sangat terbuka, apapun kemampuan masyarakat yang ingin bergabung di sini, misalnya mendalami seni budaya, ada program belajar menari, pencak silat, yoga dan juga mesanti," jelasnya.
Contoh kearifan lokal lainnya, paguyuban ini juga akan menggelar pelatihan memasak makanan khas Bali, seperti lomba lawar. Bagi Jero Manik, paguyuban ini merupakan media pembelajaran untuk mengenal esensi dari adat dan kearifan lokal Bali.
Melalui visi ini, Jero Iwan dan Jero Manik berharap dapat menjadi solusi dari kewajiban masyarakat dalam menjalani kehidupan berbudaya dan beragama. Jero Manik menambahkan, program yang dikonsep paguyuban tetap berpijak kepada literatur tradisional Bali, sepeti sastra dan lontar.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5830 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar