Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Pemandu Rombongan Bule Rusia Tak Mau Bayar Tiket Masuk Pura Lempuyang Diduga WNA
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Viral di media sosial video memperlihatkan rombongan warga negara asing (WNA) tidak membayar tiket masuk area Pura Lempuyang, Kecamatan Abang, Karangasem. Peristiwa itu diketahui terjadi pada Sabtu (11/3) sekitar pukul 10.00 WITA.
Pada rekaman berdurasi sekitar 10 detik terlihat sebagian bule mengenakan pakaian adat Bali. Salah satunya diduga pemandu asing ilegal.
Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali I Nyoman Nuarta menyayangkan peristiwa itu. Dia mengaku sudah mendapat laporan dari anggotanya di lapangan.
"Itu kejadiannya ada tamu Rusia yang mau sembahyang. Karena dia mau sembahyang, sebenarnya harus koordinasi sama pemangkunya juga dan memang dia bawa banten (sarana upakara) bawa sajen, cuma sesuai aturan di sana, kalau orang asing, jangankan orang asing, domestik pun dikenakan tiket resmi administrasi. Dan dia ngotot tidak mau bayar," kata Nuarta saat dihubungi, Rabu (15/3).
Ia menyebutkan bahwa rombongan berjumlah enam orang. Semuanya WN Rusia. Dua di antaranya diduga memiliki KTP Indonesia.
"Waktu itu yang saya dilaporin ada sekitar enam WNA, Rusia semuanya, yang dua orang ada yang ber-KTP, katanya KTP Indonesia yang bule itu," imbuhnya.
Menurutnya, salah satu bule itu adalah pemandu wisata asing ilegal. Orang asing seharusnya tidak boleh menjadi pemandu wisata.
"Salah satunya dugaannya sebagai pemandu ilegal. Orang asing kan tidak boleh menjadi pemandu wisata. Diduga menyalahgunakan visa dia. Tapi saya tidak tahu apakah visa wisata atau apa, saya tidak tahu," ujarnya.
Pihaknya juga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait agar bisa menindak tegas WNA yang diduga menjadi pemandu rombongan itu.
Selain itu, pihak Desa Adat dan masyarakat setempat juga telah meminta agar segera diambil langkah tepat agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali.
"Dan melarang orang asing masuk dengan berakting menjadi guide. Karena di sana juga ada pemandu lokal atau pemandu rute. Intinya orang asing tidak boleh melakukan pemanduan di Bali," ujarnya. (sumber: merdeka.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1502 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1133 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 982 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 871 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik