Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 28 September 2026
Pemkot Ingatkan Warga Agar Tidak Gunakan Soundsystem Saat Pawai Ogoh-Ogoh
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beragam upaya dilaksanakan Pemkot Denpasar dalam upaya mengkampanyekan pembuatan ogoh-ogoh dari bahan yang ramah lingkungan hingga kesepakatan tidak menggunakan sound system saat mengarak ogo-ogoh.
[pilihan-redaksi]
Sehingga untuk menciptakan kenyamanan keamanan, saat pawai ogoh-ogoh, Dinas Kominfo Kota Denpasar bersama Bagian Humas dan Protokol Kota Denpasar kembali menggelar sosialisasi rangkaian Nyepi, Kamis (6/2) di Gedung Sewaka Dhama Lumintang.
Dalam sosialisasi yang diisi dengan pembahasan pelaksanaan Hari Suci Nyepi, terkhusus pada prosesi pelaksanaan Ogoh-ogoh, Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar, Dewa Gede Rai didampingi Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Dinas Kominfo Kota Denpasar Gde Wira Kusuma mengungkapkan pelaksanaan prosesi Hari Suci Nyepi tahun ini dapat terlaksana secara aman, tertib, nyaman dan damai serta diterima oleh masyarakat secara etika agama dan etika budaya.
Keberadaan "soundsystem dan styrofoam" sebagai sesuatu yang tak asing dalam pembuatan "ogoh-ogoh" masih banyak dipandang sebagai aplikasi dari modernisasi. Namun demikian, perlu dipahami bahwa modern itu bukan hanya bagaimana kita menggunakan bahan dan instrumen baru, melainkan bagaimana kita memandang sesuatu hal dalam sudut pandang dalam pemanfaatan harus tepat sesuai dengan tradisi dan budaya Bali.
"Jadi bukan soundsystem nya yang bermasalah, tetapi pemanfaatan yang tidak tepat jika digunakan untuk mengiringi prosesi pengarakan ogoh ogoh, apalagi dengan iringan house musik," kata Dewa Rai.
Seraya menambahkan masih banyak instrumen lain yang bisa digunakan jika tidak memiliki gambelan, misalnya dengan kentongan dari bambu atau memanfaatkan barang bekas yang bisa menghasilkan irama.
"Jika kita kreatif bisa bisa," tambahnya.
Selain itu Dewa Rai juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam bersosial media saat menjelang pengerupukan, jangan sampai menebar hoax dan membantu dalam menjaga kekhusukan menjelang hari raya nyepi.
Sementara seniman "ogoh-ogoh" asal Banjar Gemeh, Putu Marmar Herayukti yang ditemui di tempat berbeda mengatakan bahwa pihaknya sangat tidak setuju jika ogoh-ogoh dibuat menggunakan styrofoam dan diarak diiringi soundsystem. Hal ini semata-mata karena keduanya bukan merupakan kebudayaan Bali.
"Kami konsisten menolak itu karena dirasa kurang tepat," ujar Marmar.
Yang mana sebenarnya ogoh-ogoh merupakan suatu pemersatu masyarakat, dimana di era sekarang ini untuk membuat suatu kreatifitas bersama itu sangatlah susah, dan media ogoh-ogoh inilah yang manjadikan sebuah permasatu masyarakat di dalam berkreasi selain mempertahankan seni budaya Bali dan akarnya ini memang dari bali yang memiliki seni budaya khas.
Untuk itu janganlah menggunakan sound system dengan lagu-lagu housemusik dan bahan Styrofoam yang bisa merusak dan menghilangkan seni budaya bali itu sendiri.
“Mari kita berkreasi bersama dengan mempertahankan akar jati diri seni budaya bali, jangan sampai kita kehilangan jati diri kita. Dimana soundsistem yang memutar lagu housemusic itu akan menenggelamkan gambelan-gambelan saat pawai ogoh-ogoh dan bisa memancing kekisruhan," ujarnya.
Untuk itu perlunya sosialisasi pemahaman kepada masyarakat secara terus menerus sehingga masyarakat khsusunya generasi muda paham dan mengerti tentang budaya Bali yang sesungguhnya.
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8495 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5838 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3661 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2490 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar