Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Peneliti AS Buat Prototipe Ponsel Tanpa Baterai
Kamis, 24 Agustus 2017,
16:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Seattle. Peneliti AS meluncurkan prototipe ponsel bebas baterai, menggunakan teknologi yang mereka harapkan nantinya akan menjadi produk yang dipasarkan secara massal.
Ponsel itu merupakan karya sekelompok peneliti di University of Washington di Seattle yang bekerja dengan menggalang sejumlah kecil tenaga dari sinyal radio, dikenal sebagai frekuensi radio atau gelombang 'RF'.
[pilihan-redaksi]
Temuan itu mungkin tidak sepadan dengan temuan teknologi telepon oleh Alexander Graham Bell, tetapi kedua peneliti di University of Washington, Shyam Gollakota dan Vamsi Talla, mengatakan terobosan mereka itu luar biasa.
"Ponsel tanpa baterai ini lompatan besar dalam hal kemampuan piranti bebas baterai karena kini ada piranti streaming yang bisa terus berbicara sambil menerima data, yang pada dasarnya adalah telepon," kata Gollakota, seperti dilasir VOA News.
Bukankah ponsel membutuhkan banyak tenaga listrik untuk beroperasi tanpa baterai?
"Iya! Betul. Ponsel biasa membutuhkan ratusan miliwatt listrik saat melakukan panggilan. Jadi, tidak mungkin membuat piranti seperti itu betul-betul bebas baterai. Yang kami lakukan, sebagai tantangan pertama, adalah menurunkan kebutuhan akan listrik yang besar itu," imbuh Talla.
Begitu berhasil, terciptalah telepon yang bisa memanfaatkan energi elektromagnetik yang berdetak di sekitar kita dalam bentuk gelombang frekuensi radio atau RF.
"Gelombang RF ada di sekitar kita, misalnya, stasiun FM menyiarkan gelombang radio, juga stasiun AM, stasiun TV, menara ponsel, semua memancarkan gelombang RF," ujar Talla.
Telepon tadi pada dasarnya menggunakan semua energi di sekitar kita itu. Kita tidak bisa melakukan semua yang bisa kita lakukan dengan ponsel pintar saat ini, tetapi setidaknya jika baterai ponsel mati, bukan berarti kita tidak bisa dihubungi.
"Pada masa depan, semua ponsel pintar akan dilengkapi wahana bebas baterai yang memungkinkan kita setidaknya melakukan panggilan ketika baterai ponsel mati," lanjut Talla.
Dengan konsep ini sudah terbukti, kedua peneliti kini mengupayakan peningkatan produk, memungkinkan pengiriman pesan atau penjelajahan dunia maya tanpa baterai.
"Kami sangat gembira atas teknologi ini dan University of Washington memiliki IP untuk teknologi ini dan kami sedang berusaha untuk intinya memasarkan dan memungkinkan ponsel ini sampai ke tangan masyarakat dan menerapkan sistem ini secara lebih luas," tambahnya.
Tim itu berharap ada produk yang siap dipasarkan dalam waktu kurang dari setahun. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 963 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 785 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 608 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 564 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026