Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
Peradaban Bali Dibangun di Lembah Sungai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Koordinator Staf Khusus Presiden, AGGN Ari Dwipayana menjadi pembicara kunci pada webinar bertema "Sri Kesari Warmadewa -Menjenguk Kembali Proses Pemberadaban Bali", yang diselenggarakan Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana bekerjasama dengan Paiketan Krama Bali (4/2/2021).
Webinar yang mengulas kilas balik proses pemberadaban Bali dari nol kilometer Prasasti Blanjong ini menampilkan pembicara Sugi Lanus, seorang pakar manuskrip Bali dan Jawa Kuno.
Mengawali acara, Ari menekankan pentingnya pemahaman sejarah sebagai cara untuk mengingat masa lalu, dalam konteks mencari obat atau tamba eling dari masa kini. Dengan menempatkan sejarah peradaban sebagai obat atau tamba, sejarah akan menjadi instrumen yang mempersatukan sekaligus sebagai sarana untuk melakukan introspeksi (mulat sarira), untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Lebih lanjut Ari memaparkan jejak sejarah panjang peradaban Bali sepanjang tukad Petanu-Pakerisan yang mewariskan banyak 'legacy' yang patut menjadi bahan pembelajaran hari ini. Diantaranya, realitas bahwa peradaban Bali dibangun di lembah sungai, yang dibuktikan dengan banyaknya tempat pemujaan, pertapaan dan pusat pemerintahan di lokasi tersebut.
Realitas itu seharusnya memberikan kesadaran pada kita untuk menjaga sumber-sumber mata air, aliran sungai sebagai sumber kehidupan. Peradaban air ini juga memunculkan sistem religi yang memuliakan air (Gama Tirtha). Dari sejarah kita juga mengetahui kemampuan nenek moyang kita dalam penguasaan teknologi pengolahan seperti pembuatan Nekara dan teknologi hidraulik, seperti empelan, uwungan dan sebagainya.
Legacy penting ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai pariwisata Bali. Jika kita mampu menjaga ekologi, sumber-sumber mata air, sungai dan danau yang ratusan tahun telah menjadi bagian penting dari peradaban Bali, melakukan konservasi peninggalan sejarah Bali Kuna, serta mengangkat cerita dan nilai yang hidup di dalamnya, maka pariwisata Bali akan memiliki jiwa (soul) yang sangat bernilai.
Saatnya pariwisata juga diperkuat dari sisi edukasi sejarah dan konservasi, baik melalui perhormatan pada peninggalan peradaban masa lalu maupun penghargaan pada alam-lingkungan.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8462 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5815 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3640 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2467 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar