Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pisah Ranjang, Nekat Gantung Diri

Jumat, 30 Juni 2017, 21:59 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Karangasem. Sempat cek-cok dengan suami beberapa bulan lalu, seorang wanita paruh baya nekat mengakhiri hidupnyamenggunakan seutas tali dengan cara gantung diri di sebuah pohon melinjo di tengah kebun miliknya, Jumat (30/6).
 
“Saat itu sekitar pukul 07.00 WITA, saya hendak melaksanakan persembahyangan di pure dekat lokasi kejadian. Saat melintas di sekitar tempat tersebut saya melihat Ni Ketut Evayuni tergantung di pohon melinjo,” ujar Ni Made Repen (58) asal Banjar Dinas Bias,
Ababi, Abang, Karangasem selaku saksi yang menemukan pertama kali kejadian tersebut.
 
[pilihan-redaksi]
Melihat kejadian tersebut Ni Made Repen langsung panik dan berteriak minta tolong. Selang beberapa saat suami beserta warga sekitar mulai berdatangan kelokasi kejadian untuk memberikan bantuan namun nyawa Ni Ketut Evayuni (42) asal Banjar Dinas Bias, Ababi, Abang, Karangasem sudah dalam keadaan kaku dan tidak bernyawa lagi. 
 
Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Abang oleh suami korban I Ketut Suardika (45) asal Banjar Dinas Bias, Ababi, Abang, Karangasem.
 
Menurut penuturan suami korban, sebelumnya dirinya dengan korban sempat cek-cok dan berujung pisah ranjang  selama tiga bulan. Dalam tiga bulan tersebut Ni Ketut Evayuni pulang ke rumah orang tuanya. Namun sekitar dua bulan lalu mereka rujuk kembali setelah dilakukan mediasi yang dibantu oleh aparat Desa Ababi. 
 
Kepolisian Polsek Abang beserta tim dokter dari Puskesmas 1 Abang segera mendatangi lokasi kejadian untuk melaksanakan olah TKP dan memeriksa penyebab kematian korban. Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter Puskesmas 1 Abang I Wayan Restu Adnyana mengatakan, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan hanya ditemukan bekas jeratan tali pada leher korban, selain itu pada bagian kemaluan korban juga mengeluarkan darah.
 
Sempat disarankan oleh kepolisian dan dokter untuk dilakukan autopsi namun suami korban menolak dan mengatakan sudah mengiklaskan kepergian istrinya tersebut dan tidak menaruh kecurigaan terhadap siapapun. [igs/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami