Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Puja Puji Dua Kader PDIP Usai Bertemu Prabowo Subianto
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dua kader PDIP melontarkan pujian kepada Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam pertemuan mereka baru-baru ini.
Keduanya yakni, Effendi Simbolon dan Budiman Sudjatmiko. Effendi sempat mengundang Prabowo ke acara Rakernas marga Simbolon di daerah Jakarta Timur pada 7 Juli lalu.
Usai acara tersebut, Effendi bahkan memberi sinyal dukungan kepada Prabowo di Pilpres 2024. Dia menyatakan keinginannya agar Indonesia dinakhodai pemimpin yang andal.
"Saya pribadi, secara jujur berharap Indonesia dinakhodai pemimpin yang punya keandalan. Secara jujur dan objektif, saya melihat figur itu ada di Pak Prabowo," ujar Effendi usai mengantar Prabowo yang hadir dalam Rakernas, Jumat (7/7).
Buntut pernyataan itu, Dewan Kehormatan PDIP kemudian memanggil anggota Komisi I DPR tersebut. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Effendi tegak lurus mengikuti instruksi partai yang resmi mendeklarasikan Ganjar sebagai capres pada 21 April lalu. Menurutnya, Effendi akan berjuang bersama memenangkan Ganjar.
Usai pertemuan, Effendi dengan raut muka kecut irit bicara. Dia tak berkomentar terkait pemanggilannya.
Sementara baru-baru ini, Budiman bertandang ke kediaman Prabowo di kawasan Kartanegara, Jakarta Selatan. Budiman mengaku kunjungannya itu tak mewakili partai.
"Saya ingin mengatakan bahwa ini tidak mewakili partai, ini pribadi," kata Budiman, Selasa (18/7).
Sama halnya dengan Effendi, Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun juga berencana memanggil kader mudanya itu. Dia menyatakan bakal memperlakukan semua kader banteng dengan sama.
"Pasti kami panggil. Semua diperlakukan sama," kata Komarudin Watubun mengutip Antara, Rabu (19/7).
Dia menegaskan kader PDIP terikat dengan aturan partai. Komarudin menyatakan tiap kader tetap memiliki batas selama kartu tanda anggota (KTA). Komarudin enggan berspekulasi tentang sikap Budiman bertemu Prabowo karena kecewa tidak diberikan posisi strategis di pemerintahan.
Menurut dia, kader sekaliber Budiman tidak mungkin mempersoalkan tersebut dengan berlebihan.
"Saya tidak terlalu percaya orang sekelas Budiman, hanya urusan kecil begitu menjadi kecewa. Itu terlalu kecil urusannya," tutur Komarudin.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1935 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1752 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1304 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1173 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah