Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 26 September 2026
Studi: Dibanding Batuk, Berbicara Lebih Berisiko Sebarkan Covid-19
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kita telah masuk di masa ketika ada seseorang batuk atau bersin di area publik, akan membuat banyak orang langsung merasa tak nyaman.
Ini semua terjadi akibat stigma Covid-19 yang saat ini tengah mewabah di seluruh dunia termasuk Indonesia.
Batuk dan bersin disebut-sebut dapat menyebarkan partikel-partikel kecil yang berisiko membuat orang lain terinfeksi penyakit.
Tapi menurut sebuah penelitian, berbicara lebih berisiko menularkan Covid-19 lebih cepat dibanding batuk.
Mengutip Live Science, Kamis (21/1/2021) berbicara lebih berisiko menularkan Covid-19 dibanding batuk, khususnya jika sedang berada di dalam ruangan dengan ventilasi atau sirkulasi udara yang buruk.
Penelitian yang diterbitkan pada Selasa, 19 Januari 2021 dalam jurnal Proceedings of the Royal Society ini menemukan virus bisa menyebar sejauh dua meter dalam hitungan detik, jika berbicara di dalam ruangan yang berventilasi buruk.
Para peneliti menggunakan model matematika untuk mencari tahu bagaimana Covid-19 menyebar di dalam ruangan, yang bergantung pada ukuran ruangan, jumlah orang, seberapa baik ventilasi udara, dan apakah orang-orangnya menggunakan masker.
Hasilnya ditemukan ketika dua orang tanpa masker berada di dalam ruangan berventilasi buruk, banyak berbicara lebih berisiko tertular dan menularkan virus dibanding orang yang hanya melakukan batuk pendek.
Ini karena saat berbicara kita menghasilkan tetesan air liur atau droplet kecil yang melayang di udara, menyebar dan menumpuk di ruangan berventilasi buruk.
Jika berbicara menghasilkan droplet kecil yang melayang di udara dan menyebar, namun batuk menghasilkan droplet besar yang langsung jatuh ke lantai atau permukaan tanah.
Dalam permodelan penelitian ini, peneliti menemukan batuk pendek menghasilkan droplet yang lebih cepat jatuh satu hingga tujuh menit setelah batuk.
Sebaliknya saat seseorang berbicara selama 30 detik, setelah 30 menit barulah partikel droplet ini bisa jatuh ke lantai. Namun jumlah partikel droplet yang lebih ringan bisa melayang di udara hingga 1 jam.
Namun peneliti tetap menemukan memakai masker kain dua lapis jenis apapun bisa mengurangi jumlah partikel virus corona, karena masker bisa menyaring droplet yang kecil dan memperlambat udara yang mengandung virus terhirup tubuh.
Ini artinya jaga jarak saja tidak cukup untuk mencegah penularan Covid-19, tapi membutuhkan masker, dan sirkulasi udara yang baik.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8467 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5817 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3642 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2470 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar