Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Upacara Rantasan, Tradisi Potong Rambut Bayi Saat Maulud Nabi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setiap tanggal 12 bulan Rabiul Awal dimana lahirnya nabi akhir jaman yaitu Nabi Muhammad SAW, Nabi yang memberi rahmat seluruh alam, baik bagi umat manusia, alam dan seisinya, segenap umat mengungkap rasa syukurnya.
Di era sekarang rasa syukur itu tetap lestari di kalangan umat muslim baik di Indonesia maupun di mancanegara. Terutama di kampung pesisir warga Mushola Babul Jannah di di Dusun Ketapang Lampu, Desa Pengambengan.
Seluruh warga di sekitar itu menyelenggarakan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dengan rasa suka cita dan tetap melaksanakan prokes ketat sesuai anjuran pemerintah.
Sepasang keluarga yang akan menggunting rambut anakanya, Evi Maria dan Ihwan melakukan upacara Rantasan putrinya Nora Uma Isha yang berusia 5 bulan. Rantasan adalah tradisi potong rambut yang terdiri dari kain berwarna ada merah, putih, kuning dan hitam. Kemudian ada kelapa muda yang di ukir lentir (pelita kambang), tepung tawar, beras kuning, sisir, gunting, bedak, sisir, minyak wangi bayi dan kitab suci Al-Qur'an serta bajekan male dengan bermacam corak dan warna.
Evi Maria menyampaikan, rasa syukur lahir putrinya dengan selamat dan atas karunia Ilalahi maka hal ini tetap lestari dilakukan di bulan yang penuh rasa syukur dan suka cita ini.
"Antusias warga Mushola Babul Jannah bahkan anak-anakpun tak luput dari rasa senang termasuk anak yatim-piatu juga hadir akan tetapi tetap memerhatikan protokol kesehatan," ungkapnya.
Evi menambahkan dalam perayaan itu Bajekan rangkain male pun sore diarak bahkan dilombakan. Tak hanya itu warga memasak aneka macam masakan dan kue yang tetap dilakukan selain tradisi juga merupakan ibadah Memperingati Lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW sebagai nabi akhir jaman bagi umat seluruh alam.
"Kegiatan Maulud Nabi Muhammad SAW juga menghadirkan ceramah kyai atau ulama dengan ceramah yang mengingatkan kita akan arti dan makna sebuah kehidupan dan juga rasa syukur serta saling cinta menyintai. Tak luput juga saling berbagi di bulan yang indah ini," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1510 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1139 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 985 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 874 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik