Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Wabah AIDS di Tabanan Mengganas
BERITABALI.COM, TABANAN.
Tabanan ternyata sudah digerayangi penyakit mematikan HIV/AIDS, buktinya dari data resmi sekitar 105 warga Tabanan teriveksi. (jumlah ini bisa bertambah karena masih banyak penderita yang belum terdata).
Penyakit ini ternyata sudah mewabah di Desa Dauh Peken karena dihampir setiap banjar yang ada ternyata ada saja warga yang terinveksi virus mematikan ini.
Pernyataan itu disampaikan oleh Perbekel Dauh Peken I Gusti Komang Suwastana di sela-sela menggelar pelatihan penanggulangan HIV dan AIDS berbasis Banjar di Desa Dauh Peken, Tabanan, Rabu (10/12).
Ia mengemukakan virus HIV/AIDS di wilayahnya sudah mewabah, karena hampir disetiap banjar ada saja korban HIV/AIDS yang meninggal dunia.
"Saya prihatin dengan kondisi ini, dan pelatihan ini merupakan salah satu upaya kami memberikan pemahaman kepada peserta yang nantinya menyebarluaskan informasi atau pengetahuan yang didapat dari pelatihan penanggulanan HIV/AIDS ini," tegasnya.
Ketika ditanya apakah penyebaran HIV/AIDS di wilayahnya karena lokalisasi yang ada di Terminal Pesiapan Indah yang merupakan wilayah Desa Dauh Peken. Ia tidak menampiknya, Ia juga menyatakan dengan tegas kalau lokalisasi illegal yang ada di Terminal Pesiapan Indah atau TPI ditutup.
"Secara tidak langsung pengaruh negatifnya sudah kita rasakan, dan saya setuju sekali lokalisasi itu ditutup," tegasnya sembari mengatakan kontribusi untuk desa juga tidak ada dari adanya TPI tersebut.
Sementara itu Wakil Bupati Tabanan IGG Putra Wirasana yang membuka secara resmi pelatihan tersebut mengatakan Desa Dauh Peken selama ini terkenal dengan tokoh-tokohnya, banyak juga pejabat yang ada di desa ini.
Tapi ada hal yang membuat Desa Dauh Peken tercemar dengan keberadaan TPI. "Disamping ada suatu kebanggan ada juga kedustaan di Desa Dauh Peken," jelas Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah Tabanan ini.
Ia yang merupakan salah satu warga Desa Dauh Peken pun berencana ke depan TPI itu akan direlokasi karena selama ini telah menjadi image buruk. "Saya juga telah perintahkan membongkar emper-emper yang ada di belakang toko yang ada di TPI, dan itu telah dilakukan,"jelasnya.
Terkait dengan pelatihan HIV dan AIDS yang digelar selama dua hari ini, Wirasana berharap peserta dapat menyerap dengan baik pelatihan yang diikuti sehingga nantinya setelah selesai pelatihan dapat menginformasikan kepada masyarakat di masing-masing banjar mengenai HIV/AIDS dengan benar.
Pelatihan yang digelar Desa Delod Peken itu menggandeng Yayasan Matahati yang merupakan yayasan yang penduli dengan keberadaan HIV/AIDS. Yayasan yang didirikan oleh mantan pengguna narkoba merupakan organisasi nirlaba non pemerintahan.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan