Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




World Bank Soroti 5 Masalah Besar Bali, Koster Diminta Bergerak Cepat

Minggu, 24 Mei 2026, 22:51 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Humas Pemprov Bali/World Bank Soroti 5 Masalah Besar Bali, Koster Diminta Bergerak Cepat.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

World Bank membeberkan lima kesenjangan utama yang dinilai perlu segera mendapat perhatian serius dari Gubernur Bali, Wayan Koster, demi menjaga keberlanjutan Pulau Dewata di masa depan.

Masukan strategis tersebut disampaikan World Bank Country Director untuk Indonesia, Carolyn Turk saat bertemu Gubernur Bali di Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (22/5).

Dalam pertemuan itu, Carolyn mengungkapkan lima persoalan utama yang menjadi perhatian World Bank meliputi pengelolaan air bekas pakai, penanganan sampah, mobilitas transportasi, penyediaan air bersih, serta ketersediaan listrik di sejumlah wilayah Bali.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga kualitas hidup masyarakat Bali secara keseluruhan.

“Kami tidak hanya melihat kondisi Bali saat ini, tetapi juga periode-periode mendatang. Bali saat ini masih menjadi primadona dunia. Tantangannya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan hingga tahun-tahun ke depan,” ujar Carolyn.

World Bank menilai apabila lima persoalan tersebut tidak segera ditangani secara serius, Bali berpotensi menghadapi tantangan besar di masa mendatang, termasuk terhadap keberlanjutan pariwisata dan lingkungan.

Sebagai tindak lanjut, pihak World Bank meminta Pemerintah Provinsi Bali menunjuk tim teknis agar dapat melakukan pembahasan lebih detail bersama tim analis World Bank guna menyusun solusi strategis.

“Hasil pembahasan bersama tim teknis nantinya akan kembali disampaikan kepada Gubernur Bali dalam agenda pertemuan berikutnya,” jelasnya.

Carolyn juga menegaskan bahwa tim analis World Bank tidak hanya melihat kondisi Bali saat ini, namun turut memetakan tantangan jangka panjang agar Bali tetap menjadi destinasi unggulan dunia.

“Tim analis kami tidak hanya berfokus pada kondisi saat ini, tetapi juga melihat periode-periode mendatang. Bali saat ini masih menjadi primadona dunia. Tantangannya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan dan tetap prima hingga tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Menanggapi masukan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi kepada World Bank atas perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan Bali.

“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan yang disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bali. Infrastruktur memang menjadi salah satu perhatian utama kami di Bali karena membutuhkan pendanaan yang sangat besar,” ujar Koster.

Koster menjelaskan berbagai persoalan yang disoroti World Bank sebenarnya telah masuk dalam konsep Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun untuk periode 2025–2125.

Menurutnya, pembangunan Bali tidak hanya berfokus pada manusia, tetapi juga mencakup lingkungan, budaya, dan seluruh ekosistem kehidupan.

“Haluan ini tidak hanya berbicara tentang manusia, tetapi juga seluruh unsur kehidupan yang diciptakan Tuhan di bumi,” katanya.

Dalam sektor lingkungan, Pemprov Bali terus mendorong kebijakan pembatasan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah berbasis sumber guna menjaga alam Bali tetap bersih dan sehat.

Sementara untuk kebutuhan dasar masyarakat, Koster menekankan pentingnya penyediaan udara bersih, air sehat, serta ketahanan pangan bagi masyarakat Bali.

“Udara Bali harus bagus. Air bersih dan sehat harus disiapkan. Bali juga harus berdaulat pangan,” ujarnya.

Di sektor energi, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mengembangkan energi bersih dan kendaraan listrik berbasis baterai untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Selain itu, Pemprov Bali juga menyiapkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik bekerja sama dengan Danantara serta memperluas penanaman mangrove dan tanaman endemik Bali untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

“Budaya Bali harus dijaga dan dibangun dengan baik. Ekosistem penunjang kehidupan juga harus disiapkan secara baik dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Koster juga menyerahkan cenderamata berupa kain endek Bali, arak Bali, dan Buku Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 kepada Carolyn.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Humas Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami