Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harus Mampu Satukan PHDI yang Terpecah Dua

Sabtu, 15 Maret 2008, 16:26 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Berbagai harapan disampaikan oleh kalangan terhadap kandidat gubernur Bali yang akan terpilih dalam Pilkada Bali tanggal 9 Juli mendatang. Salah satu tokoh agama Hindu di Tabanan yakni, Nengah Ardiaksa S.Sos mengharapkan pemimpin Bali kedepan adalah pemimpin yang mampu menyatukan kembali PHDI Bali yang telah terpecah menjadi dua.

"Karena PHDI merupakan organisasi keagamaan yang semestinya dapat mengayomi umatnya, kok malah pecah menjadi dua, PR ini harus mampu diselesaikan oleh Gubernur Bali mendatang," jelas jelas Ardiaksa. Selain itu Ardiaksa juga menginginkan Gubernur yang mau merepresentasikan konsep agama Hindu yakni Tri Hita Karana dan Tri Kaya Parisuda.

"Ini merupakan hal yang wajib dilaksanakan oleh Gubernur Bali idaman saya. Kalau semua kandidat mau melaksanakan ini niscaya Bali menuju ke arah yang lebih baik," bebernya.Selain itu, dia juga bermimpi memiliki Gubernur yang menjalankan pemerintahan secara holistik."Seorang gubernur kedepan harus mampu mengakomodasi semua unsur, karena penduduk bali sangat beragam latar belakang," tegas Ardiaksa.

 

Selain itu dia juga mengharapkan pendidikan murah, biaya kesehatan terjangkau, dan keberpihakan gubernur kepada masyarakat kecil."Saya tidak mau ada program yang bersifat gratis, justru program itu akan membuat masyarakat terlena dan terkungkung dalam kemalasan," pungkasnya yang juga bergelut di dunia pendidikan Tabanan ini.

Sementara itu tokoh pendidikan di Tabanan, yakni Drs I Wayan Madra Suartana MSi mengungkapkan, Gubernur Bali idamannya yakni mempunyai visi dan misi kedepan terhadap kemanjuan pendidikan di Bali."Tidak ada lagi kasus main sogok ketika mau masuk di sekolah favorit," jelas Madra.Dia juga mengharpakan Gubernur mampu menekan jumlah siswa yang putus sekolah."Bagaimanapun juga kalau masyarakatnya tidak sekolah, kita akan terus menjadi masyarakat tebelakang," pungkas Madra.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami