Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Iklan Politik Meningkat 79%
Sanur
BERITABALI.COM, DENPASAR.
AC Nielsen mencatat tingkat belanja iklan politik di Indonesia selama semester I 2008 mencapai 769 milyar rupiah atau meningkat 79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan analisis AC Nielsen, persiapan pelaksanaan pemilihan legislatif dan pilpres 2009 menjadi penyebab peningkatan belanja iklan politik pada semester satu tahun ini.
Senior Manager AC Neilsen Indonesia, Febby Ramaun dalam keterangannya di Sanur, Kamis (14/8) memprediksikan pertumbuhan iklan politik akan terus meningkat hingga pelaksanaan pemilu 2009. Dimana pemasangan iklan politik lebih dominan dilakukan pada media cetak.
"Kalau di Koran anda bisa paparin banyak, kalau di TV hanya 5 detik lewat. Jadi kalau anda bermain bisnis kalau berita banyak, semua media anda pakai. Kalau pake TV gak bisa kan dipajangin satu layar . Jadi memang setiap media mempunyai fungsi yang berbeda," jelas Febby Ramaun.
Febby menyebutkan tingginya pertumbuhan iklan politik ini menempatkan pertumbuhan iklan politik pada urutan ke-3 setelah iklan telekomunikasi dan otomotif.
Berdasarkan Survey AC Nielsen, secara umum total belanja iklan di Indonesia selama Januari-Juli 2008 mencapai 19,6 triliun rupiah atau meningkat 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dimana pertumbuhan tertinggi terjadi pada Koran mencapai 38 persen, Majalah 24 persen dan televisi mencapai 17 persen. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3454 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1117 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 521 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 486 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun