Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sparsa Rupa, Pameran Seni di Gianyar yang Mengajak Pengunjung Menyentuh Karya

Sabtu, 4 Juli 2026, 23:24 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sparsa Rupa, Pameran Seni di Gianyar yang Mengajak Pengunjung Menyentuh Karya.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Seniman sekaligus akademisi, Ida Bagus Komang Sindu Putra, menghadirkan pendekatan berbeda dalam dunia seni rupa melalui pameran tunggal bertajuk "Sparsa Rupa". 

Pameran yang merupakan bagian dari karya disertasi program doktoralnya ini digelar di Kulidan Kitchen & Space, Banjar Wangbung, Jalan Garuda Wisnu, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Melalui pameran tersebut, Sindu Putra mengajak pengunjung merasakan pengalaman seni yang tidak hanya mengandalkan indra penglihatan, tetapi juga sentuhan, pendengaran, dan interaksi langsung dengan karya.

Menurut Sindu Putra, ruang pamer seni selama ini lebih banyak menempatkan karya untuk dinikmati dari kejauhan sehingga pengalaman estetik pengunjung terbatas pada apa yang dilihat.

“Ruang pamer selama ini cenderung menempatkan karya pada jarak tertentu. Pengunjung diminta mengamati tanpa menyentuh, sehingga pengalaman estetik lebih banyak dibatasi oleh mata,” ujarnya.

Melalui "Sparsa Rupa", konsep tersebut dibalik. Pengunjung justru dipersilakan menyentuh, meraba, mendengar, dan mengalami karya secara langsung menggunakan tubuh sebagai media utama untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya.

“Sentuhan menjadi jalan utama untuk mengenali karya. Permukaan, tekstur, tekanan, kontur, tonjolan, lapisan, hingga resistensi material membuka cara membaca yang lebih lambat dan lebih dekat. Makna tidak hadir sekaligus, melainkan tumbuh melalui gerak tangan dan hubungan langsung antara tubuh dengan material,” ungkap Sindu Putra.

Pameran ini menghadirkan sepuluh karya yang lahir dari perenungan mengenai esensi kehidupan. Berbagai pengalaman manusia, seperti kesunyian, pertumbuhan, keraguan, hingga tekanan hidup diterjemahkan melalui tekstur, material, dan bunyi yang muncul ketika karya disentuh.

Alih-alih disampaikan melalui narasi, pesan kehidupan dihadirkan lewat ritme permukaan, kedalaman tekstur, perubahan material, dan interaksi fisik antara pengunjung dengan karya.

Secara keseluruhan, "Sparsa Rupa" menampilkan sembilan instalasi dua dimensi serta satu objek tiga dimensi. Seluruh karya dirancang agar dapat disentuh sehingga pengalaman taktil menjadi bagian utama dalam proses apresiasi seni.

Selain sentuhan, unsur bunyi juga dihadirkan untuk memperkuat orientasi ruang, ritme, serta intensitas interaksi antara tubuh dan material. Perpaduan sentuhan, suara, dan ruang tersebut menciptakan pengalaman artistik yang tidak bergantung sepenuhnya pada indra penglihatan, sekaligus menawarkan perspektif baru dalam menikmati karya seni rupa.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami