Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Pedagang di Tuban Kuta Dilempar Batu Beton hingga Bola Mata Luka Parah
BERITABALI.COM, BADUNG.
Seorang pria bernama Sukaryo mengalami luka berat pada mata kanannya setelah diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan bongkahan beton di Jalan Simpati, Gang Sada Nomor 5, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 19.00 WITA.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Kuta dan teregister dalam Surat Tanda Terima Pengaduan Masyarakat (STTPM) Nomor Reg: DUMAS/881/VI/2026.SPKT.UNIT RESKRIM/POLSEK KUTA/RESTA DPS/POLDA BALI.
Anak korban, Megawati, mengatakan ayahnya kini mengalami kerusakan parah pada bola mata kanan akibat benturan benda keras yang diduga dilempar pelaku.
"Akibat benturan dengan batu itu, bola mata korban rusak sehingga tidak berfungsi lagi. Pihak RS Ngoerah menyarankan diangkat bola matanya karena dikhawatirkan infeksi menyebar ke mata sebelahnya," ujarnya, Senin (29/06/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga, peristiwa bermula ketika Sukaryo bersama istrinya, Hamsari (55), sedang menjaga warung sembako milik mereka di Jalan Simpati Nomor 11, Lingkungan Tuban Geriya, Kelurahan Tuban, Badung.
Saat itu, dua orang datang berbelanja, yakni seorang pria yang diduga sebagai pelaku bersama keponakannya. Setelah transaksi selesai, Hamsari menegur keponakan pelaku yang memegang tali pintu warung karena khawatir tali tersebut putus. Namun, teguran tersebut diduga disalahartikan sebagai kemarahan. Pelaku kemudian tersinggung dan sempat melontarkan amarah sebelum meninggalkan lokasi.
Tak lama berselang, pelaku kembali ke warung dan diduga mengacak-acak barang dagangan milik korban. Situasi kemudian semakin memanas ketika pelaku kembali mendatangi lokasi sambil membawa bongkahan beton. Pelaku lantas melempar bongkahan beton hingga mengenai mata kanan korban. Akibatnya, korban mengalami luka serius dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Mega menuturkan hingga kini keberadaan terduga pelaku belum diketahui. Menurut informasi yang diterima keluarga, nomor telepon pelaku tidak lagi merespons panggilan, sementara pesan melalui WhatsApp hanya dibaca tanpa memberikan balasan.
Hingga berita ini diturunkan tim gabungan Polsek Kuta dan Polresta Denpasar masih memburu pelaku. Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya mengonfirmasi hal tersebut. "Masih dalam penyelidikan intens Polsek kuta dan gabungan dengan Polresta," singkatnya, Selasa (30/06/2026).
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun