Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Nyuri HP, Rayakan Galungan di Bui
Tampaksiring
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Nasib apes tengah dialami Gusti Oka, 34, asal banjar Tengah, Bedulu, Blahbatuh. Lantaran mencuri hp Nokia tipe N 73 milik Aris Wijaya, 19, warga banjar Pande, Pejeng, Tampaksiring, Pria ini mesti merayakan hari raya Galungan dan Kuningan di bui Mapolsek Tampaksiring.
Ketika dimintai keterangannya, Kapolsek Tampaksiring, AKP Ketut Jeksi seijin Kapolres Gianyar, AKBP Nyoman Astawa menyebutkan, kejadiannya bermula ketika pelaku mendatangi rumah korban. Pelaku saat itu mengajak korban main layangan. Tapi, korban menolak dengan halus. Selanjutnya, korban tertidur pulas karena lelah setelah datang dari Denpasar. Niat jahat pelaku muncul setelah melihat ponsel korban yang sedang dicharge diatas meja.
Tanpa menunggu lama, pelaku langsung mengambilnya. Korban baru sadar setelah terbangun dari tidur. Kecurigaan korban langsung tertuju kepada pelaku. Pelaku yang didatangi dirumahnya mengelak melakukan tindakan pencurian.
Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Tampaksiring. Dari hasil lidik polisi akhirnya berhasil membekuk pelaku. "Awalnya dia mengelak. Namun, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya," kata Jeksi. Pelaku menjalankan aksinya karena alasan ekonomi menjelang galungan. Barang bukti (BB) ponsel belum sempat dijual korban. " BB berserta pelaku kita amankan di Mapolsek," ujarnya. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3464 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1120 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 522 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 488 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun