Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sanitasi Pasar Unggas Bali dan Jawa Buruk

Sanur

Senin, 25 Agustus 2008, 18:13 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Hasil penelitian lembaga pemerhati hewan Yayasan Yudistira menyebutkan, secara umum sanitasi perdagangan unggas pada pasar tradisional di Jawa dan Bali sangat buruk. Hasil penelitian yang dilakukan di 27 pasar tradisional di Bali dan 53 pasar tradisional di Jawa selama 2006 dan 2007 juga menunjukkan perdagangan unggas di pasar tradisional tidak memperhatikan aspek kesejahteraan hewan.



Terbukti banyak ditemukan penyiksaan terhadap hewan dan unggas dalam proses jual beli dan pengangkutan. Bahkan saat diperdagangkan hewan dan unggas tidak mendapatkan makan dan minum yang cukup.

Program Manager Kesejahteraan Hewan Yayasan Yudistira I Wayan Mudiarta pada keteranganya di Sanur, Senin (25/4) menyampaikan buruknya sanitasi dan kesejahteraan hewan di pasar tradisional pada dasarnya akan berdampak langsung pada kesehatan manusia.



Kondisi ini juga akan mempercepat penyebaran penyakit antar hewan terutama perkembangan virus flu burung. Apalagi saat ini ditengah penyebaran vius flu burung ini sangat rawan, lalu lalang pengangkutan menyebabkan debu berterbangan dan banyak orang di pasar. Belum lagi percampuran unggas akan menyebabkaan lebih cepat penyebaran penyakit," papar I Wayan Mudiarta.



Mudiarta merekomendasikan kepada kepala daerah untuk meniadakan penjualan unggas di pasar tradisional dan hanya mengijinkan penjualan dalam bentuk daging atau karkas.

Berdasarkan data statistik peternakan Indonesia 2005 jumlah pasar unggas di Indonesia mencapai sekitar 13.000 pasar unggas, dengan 12,6 juta penjual. Dimana hampir 80% pasar unggas di Indonesia menjual unggas hidup. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami